Face to face Desi Anwar dengan Dalai Lama sungguh mengagumkan. Sosok Dalai Lama sangat bijak menanggapi berbagai isu kontroversi agama di dunia. Sayapun berandai-andai, jika setiap pemimpin di dunia sebijak Dalai Lama, maka damai akan tercipta.

Exclusive Interview With Dalai Lama.

Berikut ini rangkuman interview Desi Anwar dengan Dalai Lama XIV.

Desi Anwar (DA) : Bagaimana perasaan Anda tentang orang datang dari seluruh dunia yang ingin bertemu dengan Anda?

His Holiness Dalai Lama XIV (HH) : Landasan saya adalah keyakinan bahwa kita semua sama. Ada 6 milyar manusia tetapi kita sama. Perbedaan agama, kebangsaan, ras, atau latar belakang social, ada yang berpendidikan ada yang tidak, ada yang miskin ada yang kaya, semua ini perbedaan level ke2, tidak penting, yang penting kita semua manusia yang sama. Kita mempunyai 2 mata, 1 hidung. Menurut ilmuwan, otak 6 milyar orang sama, tidak ada bedanya. Warna atau rasial apapun tetap sama. Jadi setiap kali saya pergi bertemu orang, saya selalu melihat ke tatanan itu. Tidak ada bedanya. Tak ada halangan? Tentu ada halangan, tapi semua itu hanya di permukaan, karena itu siapapun yang ingin bertemu, silahkan saja datang, saya disini.

DA : Orang menganggap Anda istimewa. Sebagai pimpinan spiritual, sosok yang kami panuti. Siapa sebenarnya Anda?

HH : Mereka hanya lapisan kedua. Ya, untuk agama, saya penganut Budha. Untuk asal, saya dari Asia. Saya orang Tibet. Di dalam Tibet, saya dari Amdhuk, dari bagian timur laut Tibet. Bukan dari Tibet tengah. Di level kedua ada begitu banyak perbedan. Lalu di level manusia, mungkin, kini saya seseorang yangt sudah berusia lebih dai 74 tahun. Dan ada banyak masalah dalam hidup saya. Banyak persoalan. Akibat dari factor-faktor ini, saya mungkin memiliki beberapa pengalaman berbeda. Dan selama menghadapi kesulitan ini, saya tidak pernah kehilangan harapan dan keyakinan atas rasa percaya diri. Jadi di level itu pengalaman membuat saya sedikit banyak berguna bagi mereka yang mengalami kesulitan yang sama. Dalam kasus seperti itu, beberapa pengalaman saya mungkin ada yang berguna bagi bagi orang lain. Lalu selama ini saya belajar 1 hal dari pengalaman, memiliki lebih banyak kasih, sikap penuh kasih.

DA : Apa artinya?

HH : Kasih yaitu kepedulian terhadap keberadaan orang lain. Terutama yang kita anggap musuh. Karena jika kita menyayangi dan mempedulikan musuh itulah sumber utama kedamaian hati. Ini penting, untuk memiliki pemahaman terhadap beberapa konsep agama, beberapa kebenaran. Hancurkan itu. Pemaksaan akibatkan ketakutan. Ketakutan menimbulkan kemarahan. Kemarahan timbulkan kebencian. Lalu kekerasan.

DA : Tapi kenyataan ke 6 milyar manusia ini yang seharusnya sama dan saling mencintai, tapi kita melihat lawannya, kita melihat konflik, khususnya akibat agama, kita melihat orang makin terpolarisasi akibat masalah agama. Apa pandangan Anda tentang agama?

HH : Itu dia. Kita terlalu menekankan pentingnya level ke2 ini. Melupakan level yang terpenting. Itu masalahnya. Ya kita berbeda agama, bangsa, sistem politik atau sistem ekonomi. Semua itu level ke2. Jika kita bermasalah di level ini, ingatlah kita manusia yang sama. Maka masalah ini bisa diselesaikan secara manusiawi dan damai.

DA : Apa menurut Anda orang makin harmoni dalam agama atau apa mereka makin terlibat konflik akibat agama dewasa ini?

HH : Sayangnya dalam sejarah manusia, saya rasa selama seribu tahun ini, jumlah konflik yang terjadi akibat perbedaan keyakinan. Saya rasa penyebab utama konflik ini adalah bukan agama itu sendiri, tapi kekuasaan, uang atau perbedaan pribadi.. Lalu ada yang tanpa agama. Begitu ini terjadi, keyakinan agama hanya terkait emosi. Begitu bisa menyentuh emosi manusia, maka Anda bisa memanipulasi lebih cepat dan efektif. Beberapa konflik bukan karena agama, tapi kepentingan lain, ekonomi, kekuatan, hanya itu. Tapi dalam beberapa kasus, akibat perbedaan agama, kini konsep 1 agama 1 kebenaran. Setiap agama meyakini agamanya adalah satu-satunya agama yang benar. Lalu agama lain dianggap negative. Di masa lalu, sikap seperti itu tidak masalah di semua negara. Konsep 1 agama 1 kebenaran dan Anda mengikuti agama Anda sendiri. Kini kita di abad 21. Bukan di abad lalu. Pertama, akibat populasi, kedua akibat teknologi, dan ekonomi global. Kini kita semua terkait. Itu kenyataan sekarang. Karena itu kini menurut kenyataan itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki konsep beberapa agama, beberapa kebenaran. Dengan landasan itu kita bisa membangun harmoni sejati, diantara manusia berbeda. Tapi bagi perorangan memiliki 1 agama 1 kebenaran itu penting, karena itu menjaga keyakinan Anda sendiri terhadap agama Anda. Tapi dalam hal komunitas, atau dalam hal kemanusiaan, ada banyak situasi berbeda. Jadi beberapa kebenaran, beberapa agama. Suka atau tidak, itulah kenyataannya. Kita manusia realistik, maka harus menerima kenyataan.

DA : Jadi Anda optimis kita bisa meraih harmoni agama?

HH : Ya. Jadi kita yang hidup di abad ini hidup lebih sejahtera. Di beberapa tempat terjadi konflik, itu cukup alami, tapi yang ini akan bertahan. Di abad ini mungkin ada beberapa konflik. Tapi pada dasarnya menurut saya dunia menjadi lebih aman.

DA : Anda sangat optimis.

HH : Ya. Tapi kami tetap perlu bekerja keras.

DA : Caranya ?

HH : Seperti juga stasiun TV Anda, sebagai sebuah perusahaan, orang media memiliki peran penting untuk mendidik orang. Kekerasan adalah metoda yang sangat salah. Kenapa? Kekerasan bisa mengendalikan tubuh, bukan pikiran, bukan emosi. Inti yang ingin saya sampaikan, kekerasan dipakai untuk mengendalikan tubuh ornag lain, bukan pikiran. PIkiran hanya bisa diubah dengan pemahaman, dialog, respek, kasih dan persaudaraan. Baru Anda bisa mengubah pikiran. Hanya itu caranya. Hancurkan cara memakai kekerasan. Kekuatan menimbulkan ketakutan. Ketakutan menimbulkan kemarahan. Kemarahan menimbulkan kebencian. Lalu kekerasan. Kedua, metoda kekerasan tak bisa diperkirakan. Begitu memulai, meski niatnya memakai kekerasan terbatas, tapi begitu dilakukan, tidak bisa diperkirakan. Sangat mudah menjadi kekerasan tak terkendali.

DA : Apakah pengetahuan dan agama dapat menyatu?

HH : Hormati semua agama. Jangan memilih salah satu.

DA : Salah satu masalah utama kita saat ini, tadi Anda menyebut kita sebagai keluarga di 1 planet tapi tak punya pandangan sama tentang perawatannya. Misalnya dialog atau konferensi perubahan iklim. Ini tidak memuaskan. Bagaimana menurut Anda cara kita memperlakukan planet ini?

HH : Sama lagi. Karena mereka menganggap level ke2 jauh lebih penting. Selalu kepentingan nasional yang pertama baru kepentingan global. Maka inilah yang terjadi. Saat Pertemuan Bumi (Earth Summit) pertama terjadi, saya juga hadir. Sangat jelas tampak tiap pemimpin mementingkan kepentingan negaranya. Tapi dibanding hal itu saya rasa dilevel pemerintah, saya rasa makin serius menganggap ini masalah dunia. Masalah perubahan iklim. Ini sangat menarik. Tapi mereka harus melihat kepentingan dunia lebih dulu.

DA : Tapi bagaimana kita bisa merawatnya dengan lebih baik?

HH : Saya bukan ahli di bidang itu. Saya yakin ini masalah penting. Jadi ini masalah yang menyangkut seluruh 6 milyar umat manusia. Tak hanya manusia tapi juga semua mahluk hidup di planet ini. Jadi ini sangat serius.

DA : Kami juga melihat tsunami. Bencana alam yang luar biasa besar. Kini banyak film memakai ide kiamat.

HH : Baru-baru saja saya bertemu beberapa orang, mereka bertanya apakah akan terjadi bencana tahun 2012? Ada yang menanyakan itu pada saya dan saya jawab saya rasa tidak. Saya rasa kita tetap ada selama beberapa abad. Kenapa harus mengeluh? Kita tetap ada selama beberapa abad lagi, entah berapa ribu tahun lagi. Saya tidak tahu itu, tak ada yang tahu. Hanya Tuhan, hanya Allah yang tahu. Pada dasarnya saya optimis, karena di abad 20 kita belajar banyak tentang kemanusiaan. Melalui banyak masalah. Dalam abad dimana 200 juta manusia terbunuh, itu kata para ahli, terjadi banyak bencana, bencana akibat manusia. Sebagai akibatnya saya yakin kita manusia menjadi lebih dewasa. Jadi kini lebih banyak orang berpikir secara holistic. Dan kini diantara ilmuwan terutama ilmuwan medis, banyak dari mereka mulai menyadari kedamaian hati.

DA : Apa itu berarti pengetahuan dan agama menyatu ? Atau saling memahami?

HH : Tidak perlu memakai kata agama, tapi spiritualitas. Kini itu memang berkembang. Makin menunjukkan minat pada kasih, melalui pelatihan.

DA : Bagaimana dengan etika? Untuk mengajar orang tentang etika?

HH: Seperti saya sebut tadi, ada yang tidak peduli pada agama. Mereka juga manusia. Mereka juga menginginkan kedamaian jiwa. Jadi kita harus mencari cara membawa damai bagi mereka dengan tidak percaya ini. Jadi cara atau metoda untuk mengajarkan etika ini juga harus bersifat universal. Jika kita dasarkan pada agama, maka tidak bisa universal. Ada begitu banyak perbedaan.

DA : Jadi harus didasarkan pada spiritualitas ?

HH : Benar. Tapi biasanya saya menyebut sekularitas. Saya harus jelaskan, saat saya memakai kata sekuler, ada beberap alasan, di India itu berarti hormati semua agama. Jangan memilih apapun, dan juga menghormati mereka yang bukan penganut agama. Lalu gunakan pengalaman yang sama dan temuan ilmiah. Dan mendidik pentingnya etika manusia. Itulah sumber kedamaian jiwa. Dan menjalani hidup dengan lebih jujur, itu saja. Untuk mendapatkan kepuasan sejati, hidupmu harus bermakna.

DA : Apa definisi bahagia menurut Anda?

HH : Kepuasan. Untuk meraih kepuasan sejati, hidup Anda harus bermakna. Keberadaan Anda berguna dan bermanfaat. Lalu Anda merasa hidup Anda penting dan berguna. Disini bermakna berarti memberi manfaat bagi orang lain. Mulai dari presiden, raja, ratu, semua memiliki keinginan yang sama. Dan hak yang sama. Semua memiliki hak itu. Kehidupan bahagia, hidup memuaskan. Jadi jika Anda mendedikasikan hidup demi memberi manfaat bagi orang lain, maka kehidupan sehari-hari meski kadang ada kesulitan, kesulitan itu menciptakan situasi dimana hidup Anda menjadi bermanfaat.

DA : Apa Anda sendiri bahagia? Apa Anda merasa bahagia? Anda bicara tentang Kebahagiaan.

HH : Saya merasa bahagia. Saya merasa termasuk orang yang memiliki kedamaian jiwa. Untuk pertanyaan ini, jawaban tepatnya harus kita tunggu beberapa tahun lagi, teknologi mungkin bisa membuat alat untuk mengukur jumlah kedamaian hati orang. (tertawa) Kalau tidak, itu sulit untuk di ukur.
Saya punya 3 komitmen. Satu, mempromosikan nilai manusia di level manusia. Saya hanya 1 dari 6 milyar manusia, dan tidak berbeda. Komitmen kedua, mempromosikan harmoni agama. Disini saya beragama Budha, tugas saya menyebar harmoni diantara agama yang berbeda. Disini saya rasa saya sudah berbuat. Dua komitmen ini, sampai saya tiada akan tetap saya kerjakan. Komitmen ketiga saya untuk Tibet. Saya sudah sebutkan kami memilih pemimpin yang berbagi tanggung jawab. Tiap 5 tahun diadakan pemilihan diantara komunitas warga Tibet.

DA : Bagaimana menumbuhkan kasih dan cara menunjukkannya?

HH : Saya rasa itu mudah. Tanyakan pada 100 orang. Saat Anda bahagia atau sangat marah, atau saat merasakan kasih, saya rasa jawabannya akan sama. Lebih nyaman tanpa rasa marah. Lebih bahagia. Kemarahan bisa datang tapi tidak ada yang menginginkan itu. Tak ada yang inginkan masalah. Kemarahan menimbulkan masalah.

DA : Bukankah sulit menunjukkan kasih pada musuh? Bukankah itu sulit?

HH : Tidak. Tapi jika kita menyadari kepandaian manusia, kebijakan manusia dengan baik. Anda bisa mengembangkan itu, karena semua manusia sama. Otak yang sama. Sumber kepandaian yang sama. Potensi kebijakan yang sama.

DA : Itukah sebabnya Anda bisa tersenyum dan tertawa meski banyak masalah?

HH : Semoga begitu. Karena pikiran saya cukup damai dan tenang. Saya tidak mau faktor lain. Semua saya anggap saudara. Karena itu secara spontan saya ungkapkan perasaan hangat saya lewat senyuman dan tawa.

DA : Bagaimana dengan politik? Itu selalu menimbulkan konflik.

HH : Politik dibawa politisi yang tidak tertarik pada prinsip moral. Maka politik menjadi politik kotor. Begitu juga jika pemeluk agama tidak menjalankan dengan prinsip moral absolut, agama juga akan kotor. Semua menjadi kotor. Ekonomi juga kotor. Semua. Jadi semua ini tergantung pada moral.

DA : Apa Anda tertarik terjun ke politik?

HH : Tidak.

DA : Ceritakan tentang kekuasaan.

HH : Saya rasa kekuasaan sejati adalah kepercayaan diri. Kepercayaan adalah kuncinya. Kekuatan selain itu sebenarnya palsu. Ada kutipan berbunyi, “Kekuatan berasal dari laras senjata”. Kekuatan seperti itu palsu. Kekuatan timbul dari kepercayaan

DA : Bagaimana orang berkuasa, terutama kepala negara, memakainya?

HH : Harus jujur, transparan, tulus, penuh kasih dan bervisi besar. Maka dia menjadi pemimpin sejati. Itu pandangan saya. Benar atau salah, saya tak tahu, silahkan nilai sendiri

DA : Anda sendiri memiliki kekuasaan besar.

HH : Tidak, saya hanya pengungsi. (tertawa)

DA : Ada pesan bagi warga Indonesia?

HH : Negara Anda memiliki umat Muslim terbanyak. Sebagai negara dengan latar belakang sejarah yang panjang saya rasa Anda bisa memberikan kontribusi efektif. Kedamaian dan juga harmoni diantara penganut agama. Karena latar belakang Anda yang beragam. Saat saya berkunjung ke Borobudur dan juga Bali, ada umat Hindu, Kristen, Budha dan juga Muslim. Seperti di India, selama berabad-abad masyarakat disana bersatu. Negara Anda mempunyai potensi menciptakan harmoni antar umat beragama. Negara Anda mempunyai suatu kesempatan untuk melakukannya.

DA : Yang Mulia, apa Anda khawatir siapa yang akan menggantikan Anda?

HH : Tidak. Jangan khawatir. Semenjak tahun 1969 mereka pernah menanyakannya. Saya langsung mengumumkannya secara resmi Institusi Dalai Lama apakah harus berlanjut atau tidak itu terserah rakyat Tibet. Saya tak khawatir. Jika kematian saya datang, masyarakat merasa bahwa Dalai Lama tidak lagi relevan, maka institusi ini akan berakhir.(tertawa)

DA : Terimakasih Yang Mulia atas waktunya.
HH : Terimakasih
DA : Itu luar biasa. Terimakasih

Tuhan,

tak bolehkan aku merasa kelelahan

lelah menyapu kotoran yang dia tebarkan

lelah mendayung sendiri perahu kecil kami dengan berlebih beban

lelah menahan perih luka-luka bertubi yang dia goreskan

lelah memandu jalan yang berulangkali dia kelokan

lelah berharap tanpa pernah ada kepastian

Aku cuma perempuan biasa, bukan superwoman

yang butuh seorang imam sebagai panutan

Seperti biasa setiap minggu malam saya selalu menunggu Mario Teguh dengan wejangan-wejangannya yang super. Tapi minggu kemarin, saya cuma kebagian menonton sedikit. Saya penasaran, lalu saya ulang menonton di you tube. Saya sangat tertarik pas di bagian ketika seorang pemuda bertanya… lalu dijawab pak Mario dengan menanyakan kepada audience dan si penanya, wanita seperti apa yang menjadi dambaannya untuk menjadi kekasih atau istrinya, kemudian pak Mario mulai menulis di board nya gambarna wanita ideal menurut para pria, seperti ini gambarannya:

Cantik

Kaya

Baik

Sayang

Soleha

Glamor (lalu pak Mario menggumamkan “Alhamdulillah ya”  disambung dgn “sesuatu”, dan diikuti tawa audience)

Sexi

Anggun

Gemulai

Setia

Inilah gambaran wanita ideal dimata pria.

Ada 10 kata di board itu, tunggu…. Ada yg aneh…. Saya menunggu kata “pintar”, tapi kata itu tidak pernah muncul hingga daftar kata itu diakhiri pak Mario dan meneruskan wejangannya. Saya heran sekaligus takjub. Sekian puluh (mungkin ratusan) penonton di metro tv waktu itu, tidak ada satupun laki-laki diantara penonton yang menginginkan perempuan pintar menjadi istri atau pasangannya… Glek.. kenapa??? Big question ini terus menghantui saya. Apakah karena laki-laki tidak mau superioritasnya terganggu krn istrinya lebih pintar? Apakah laki-laki merasa “tidak aman” punya istri pintar?

Lalu saya mulai browsing, seperti apa sih wanita ideal… Beberapa artikel tidak pernah menyebut “pintar” sebagai syarat ideal. Sampai akhirnya saya sampai di web Lovelytoday. Disini disebut ada 10 syarat wanita ideal, yaitu:

1. Trustworthy/Dapat dipercaya

2. Respectful/Hormat & Menghargai

3. Full of understanding/Pengertian

4. Maturity/Dewasa

5. Buat Pria merasa dibutuhkan

6. Smart/Pintar

7. Motherly/Keibuan

8. Attractive/Menarik

9. Sense of Humor/ Selera humor

10. Independency/Mandiri

Akhirnya, ada juga yg menginginkan wanita pintar sbg syarat wanita ideal.

Tapi saya masih penasaran. Kenapa perempuan pintar tidak disukai pria? Menurut Anda kenapa?

Setelah beberapa bulan memelihara hamster, dan berhasil mengembangbiakkan menjadi berpuluh ekor, banyak teman-teman saya yang bertanya, bagaimana caranya? Apa pakannya?

Salah satu kunci penting memelihara hamster adalah pakannya. Mereka seperti manusia, makanan yang diberikan harus sedikit variasi. Setiap hamster punya kegemaran makanan khusus, sama seperti manusia, ada yang suka jagung manis, ada yang suka popcorn, ada yang suka brokoli, dll. Pakan juga disesuaikan dengan kondisi hamster. Khusus untuk hamster yang sedang bunting atau menyusui harus diberi perhatian ekstra untuk pakannya. Nah, apa sajakah pakan hamster? Kita lihat satu per satu ya.

BIJI-BIJIAN

Hamster adalah hewan pemakan biji-bijian. Saluran pencernaannya tidak didesain untuk mencerna makanan dengan kadar air tinggi secara terus menerus. Jadi kalau memelihara hamster sudah seharusnya biji-bijian menjadi pakan utama. Biji-bijian tersebut sebaiknya diberikan dengan cara dicampur (dikombinasikan) agar asupan gizi hamster seimbang. Pemberian satu jenis biji-bijian sebaiknya dihindari karena bisa berakibat buruk bagi hamster. Misalnya hanya memberi pakan bji bunga matahari atau kuaci secara terus menerus. Dampak buruknya, hamster bisa mengalami obesitas karena kandungan lemak yang tinggi pada biji bunga matahari. Dampak lainnya, pertumbuhan tulang dan gigi menjadi terhambat karena kekurangan asupan kalsium. Selain itu bisa menyebabkan keguguran pada induk hamster karena kekurangan asupan vitamin.

Biji-bijian untuk pakan diantaranya adalah

1. Biji bunga matahari (kuaci).

2. Kacang hijau

3. Jagung (yang sudah dipecah)

4. Beras merah

5. Berbagai biji-bijian kecil yang biasa dipakai untuk pakan burung kenari

6. Gabah

Biji-bijian tersebut dicampur dan diracik sendiri. Jika diracik dengan komposisi yang tepat, justru dapat memberikan manfaat bagi hamster. Untuk meraciknya bisa dilakukan dengan komposisi seimbang, dan jumlah kuaci atau biji bunga matahari sedikit saja.

Selain dicampur atau diracik sendiri, saat ini juga banyak tersedia berbagai merek pakan hamster di petshop atau tempat penjualan hamster. Namun sebelum membeli harus diperhatikan kualitas dan kuantitas pakan yang akan dibeli. Pakan biji-bijian  untuk hamster sebaiknya masih segar. Usahakan juga biji-bijian yang sudah dibeli tidak berlebihan dan menumpuk, sehingga bisa menjadi berjamur atau berkutu. Tempat pakannya juga harus tertutup rapat, misalnya dalam toples, supaya tidak mudah dikerubuti semut.

 PELET IKAN

Pelet ikan digunakan sebagai campuran dalam racikan biji-bijian. Namun jumlahnya harus dikontrol. Sedikit saja dipakai sebagai campuran supaya pakan hamster lebih variatif. Aroma dan rasa yang beda dari pelet ikan meningkatkan nafsu makan hamster.

SAYUR DAN BUAH

Banyak yang kurang paham mengenai pakan hamster, banyak yang memberi makan hamster dengan sayuran dan buah-buahan. Sebetulnya bisa saja, asal tidak terlalu banyak. Jika diberi sayur atau buah terlalu banyak, pencernaan hamster bisa terganggu. Hamster bisa terserang diare atau menjadi sulit hamil karena terlalu banyak asupan sayur. Selain menimbulkan masalah kesehatan, kelebihan sayuran juga merepotkan pemeliharaan, karena hamster jadi sering buang air kecil dan kandang jadi cepat kotor. Ini menyebabkan pasir dan serbuk kayu harus cepat diganti, akibatnya menjadi boros dalam biaya pasir dan serbuk kayu.

Sayuran dan buah-buahan yang bisa dijadikan pakan adalah:

1. Wortel

2. Brokoli

3. Kecambah

4. Apel manis

5. Jagung manis

6. Baby corn

 

MAKANAN LAIN

Selain biji-bijian sebagai makanan utama. Hamster juga suka makanan selingan seperti :

Popcorn

Supaya popcorn yang dimakan hamster bebas dari minyak/mentega dan garam atau gula, popcorn bisa dibuat sendiri jika memiliki oven di rumah. Bahan utamanya cukup jagung yang bisa dibuat popcorn, tidak perlu dicampuri minyak.

Oats

Oats terbuat dari gandum. Berbentuk bubuk dengan serpihan kasar. Aromanya gurih wangi seperti gandum.

Makanan selingan seperti ini juga tidak perlu terlalu sering diberikan. Sekali-sekali saja supaya hamster lahap makannya.

Khusus untuk hamster yang sedang bunting, perlu diberi makanan tambahan. Telur rebus (putihnya saja) baik untuk hamster yang sedang bunting. Untuk hamster yang sedang menyusui, berikan jagung manis supaya air susunya lancar.

Bayi-bayi hamster yang sudah mulai makan sendiri (biasanya umur sekitar 3 minggu), paling suka makan biji-bijian kecil pakan burung atau brokoli. Siapkan di kandang yang berisi bayi2 hamster tersebut makanan lebih, kalau tidak, induknya akan cepat sekali kurus karena disedot terus air susunya oleh anak-anaknya, apalagi jika jumlah anaknya banyak.

Selamat mencoba beternak hamster!

I asked for Strength………
And God gave me Difficulties to make me strong.

I asked for Wisdom………
And God gave me Problems to solve.

I asked for Prosperity………
And God gave me Brain and Brawn to work.

I asked for Courage………
And God gave me Danger to overcome.

I asked for Love………
And God gave me Troubled people to help.

I asked for Favors………
And God gave me Opportunities.

I received nothing I wanted ……..
I received everything I needed!

 

 

 

 

 

 

 

 

Cerita ini menjadi inspirasi untuk mendidik anak keturunan kita menjadi lebih berkasih sayang. Saya mengcopy cerita ini dari sini. Saya teringat kesibukan saya ketika merawat ibunda yang menderita kanker. Semoga apa yang sudah saya lakukan menjadi pelajaran berharga untuk anak-anak saya kelak. Sekarang ibunda sudah ada di tempat terindah disisi Allah SWT. Amin.

As I entered womanhood, Mom sat me down and told me that no matter what happened and no matter what I did, I could always come home. Because of what those words meant to me, I said the same thing to my sons.

My childhood was filled with affection-lots of kisses, lots of hugs, lots of spoken I love yous. I never wanted for physical affection, and because of what that affection meant to me, I gave the same thing to my sons.

I grew up in a home where love was openly talked about and warmly expressed. I can still picture myself in my attic bedroom, sitting on my bed and fuming at my parents. They had been mean to me and were totally unreasonable-at least that was my evaluation of the situation. They hadn’t understood that I was a teenager and should be allowed certain freedoms. With eyes closed, lips taut and hot tears streaming down my face, I leaned back against the wall and planned how I would get even with them for hurting me. What would be the worst thing I could do to punish them and show how much they had hurt me? It didn’t take long to figure it out-I would never kiss them again. That would do it! They’d see then!

That’s how important physical expressions of love were in my home. And those physical expressions of love were indicative of the singularly greatest thing I appreciate about my mother. She loved me unconditionally while expecting me to live according to her rules, not mine. From her example, I also learned not to focus on myself or wallow in pity parties.

Both my parents came from broken homes and had difficult childhoods; yet they never dwelt on how dysfunctional their families were. They were both survivors, but not survivors at someone else’s expense. In my mother, I saw love’s ability to forgive.

I saw my sweet Mom love my real grandfather, even though he had abandoned her and my grandma and failed to provide for their needs. I never saw Mother treat Grandpa Miller any way but lovingly, even though he was far from lovable. I learned how love behaves and forgives because I saw what a woman can do and be if she wants to-if she is not willing to let her past determine her future.

I watched my mother take care of my hundred-year-old grandmother who, in her blindness, deafness and feebleness, needed almost total care. When I was in her home, I heard what I’ve heard all my life: “I love you, Mother.” They would tell each other this a minimum of five times a day-when Mom would get Grandma up, tuck her in or prepare her meals. And I would hear love’s response as Grandma said, “And I love you, too, Leah.”

Love forgives and moves on, focusing not on what might have been, what could have been or what we wish were different. Instead, love’s focus is on what needs to be done now and on doing it the best we can.

My mother taught me to love; she taught me to press on, forgetting what is behind, and she demonstrated forgiveness. I wonder if she knew then that she was demonstrating principles of life that my heavenly Father would teach me in His Word.

The transition from my parents’ arms to God’s arms was easier because of what Mother did. No matter the hurts, the pain, the skinned knees-I now know enough to get up, go to my Heavenly Father and listen as He says, “Press on. Don’t faint. Run with endurance the race that is set before you. I love you with an everlasting love.”

This Week
Make sure the three words, “I love you,” are always a part of your conversation. Sharing your legacy of love-unconditional love-will bless families for generations.

“Every exit is an entry somewhere.” - quote by Tom Stoppard

Quote ini mengilhami saya tentang sebuah perpindahan. Hijrah. Semua kehidupan mengalami perpindahan. Setiap keluar dari satu fase, masuk ke fase berikutnya. Ketika kita baru lulus Sarjana, lengkap dengan euforia keluar dari masa pertapaan, namun otomatis masuk dalam dunia baru yang dituntut tanggung jawab lebih besar. Kemampuan mandiri, tidak lagi bergantung kepada orangtua. Sama juga halnya dengan perpindahan dari posisi karyawan kantor, yang setiap bulan rutin mendapat gaji, menjadi wiraswastawan/wati yang harus berjuang mencari pemasukan supaya usahanya tetap jalan dan bisa menggaji karyawan.

Keberanian untuk pindah. Itulah intinya. Karena tidak semua orang berani menjalani fase kehidupan baru. Apalagi kondisi yang sebelumnya nyaman-nyaman saja. Ambisi dan aspirasi kita ke depan sangat diuji di sini.

Tapi saya yakin, jika niat kita hijrah adalah untuk mendapatkan sesuatu yg lebih baik dari hari ini, mengapa tidak kita lakukan? Siapkan saja plan cadangan, jika hijrah itu tidak semanis yang kita harapkan. Well, sebuah awal, sebuah permulaan, sebuah penyesuaian, semua terasa tidak menyenangkan bukan? Jadi lalui sajalah. Tuhan akan mengabulkan apapun doa kita jika itu untuk kebaikan diri kita di hari depan. Semoga kita semua selalu dalam rahmatNya untuk mendapat petunjuk dan jalan yang benar. Amin.

Melihat lucunya hamster memang terbersit keinginan untuk memeliharanya, apalagi anak-anak saya menyukai binatang. Kami memelihara 6 kucing di rumah. Tapi sebelumnya saya beranggapan memelihara hamster itu rumit dan mahal. Sampai suatu saat ada tayangan di tv tentang bisnis hamster. Ternyata memelihara hamster itu mudah asal disiplin. Banyak sekali aturan main yg gak boleh dilanggar. Linknya saya selipkan disini bagi teman-teman yang juga tertarik memelihara hamster dan sekaligus ingin membisniskannya. Semua bisnis biasanya berawal dari hobby kan? Sebagai langkah awal, saya pelajari dulu jenis-jenis hamster, yaitu:

  1. Hamster siria memiliki bentuk tubuh yang paling besar sekaligus paling cepat dijinakkan. Hamster siria juga gerakannya lambat dan jarang menggigit sehingga cocok untuk dipelihara anak-anak. Perlu diperhatikan, karena memiliki badan yang lebih besar, berarti membutuhkan kandang yang lebih besar dan makanan yang lebih banyak. Catatan penting untuk hamster ini: status vulnerable (terancam). Pastikan hamster ini tidak akan mati sia-sia di tangan Anda.
  2. Hamster champbell termasuk dalam hamster mini. Termasuk hamster yang agak susah dijinakkan. Hamster ini mengenali lingkungan sekitarnya dengan menggigit kecil alih-alih untuk mengicipi. Jadi wajar jika hamster jenis ini sering menggigit jari kita. Walau demikian, jika sering dipegang, hamster ini tidak akan menggigit tuannya lagi. Hamster ini memiliki variasi warna yang paling banyak.
  3. Hamster winter white memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan champbell. Winter white adalah saudara dekat champbell. Sering kali jenis ini dikwainkan oleh peternak dengan hamster champbell. Hal ini bukanlah tidakan bijak. Anda juga sebaiknya tidak mencampur hamster champbell dengan winter white. Tindakan ini hanya akan merusak kode genetik asli pada hamster. Mengapa disebut winter white? Karena pada musim dingin (di Indonesia musim hujan; sekitar bulan Desember sampai Februari) hamster jenis ini warnanya akan cenderung berubah keputih-putih-an. (Winter White = turn into white on winter). Hamster jenis ini jarang sekali menggigit, namun harnganya biasanya lebih mahal. Jika memiliki anggaran yang cukup besar, hamster jenis ini cocok dipelihara untuk anak-anak.
  4. Hamster roborovski memiliki tubuh yang paling mungil namun larinya paling cepat. Jika terlepas, hamster ini relatif lebih sulit ditangkap. Hanya ada 2 variasi warna: normal dan white face. Hamster jenis ini memiliki kumis yang sangat banyak. Roborovski white face memiliki wajah dan warna bulu yang jauh lebih putih dan terang dibandingkan roborovski normal. Hamster jenis ini tidak disarankan untuk pemula.

Menurut tayangan di tv, jenis yang paling banyak dipelihara adalah jenis Chambell. Jadi saya pilih yang ini saja. Sekarang, harus mencari informasi pakan hamster apa. Saya coba baca di sini. Tapi sebetulnya sudah ada pakan hamster dalam kemasan yang isinya biji-bijian dan pelet. Kita tinggal beli aja di pet shop. Cuma harus memilih jangan terlalu banyak kuaci, kuaci mengandung lemak/kolesterol tinggi, hamster bisa mati. Selain itu hamster jangan diberi sayuran segar kalau di kandang sudah disediakan botol minuman. Hamster bisa diare dan mati. Sekali-sekali sepotong kecil wortel atau beberapa biji kecambah bisa juga, asal jangan terlalu sering.

Lalu, mulailah saya beli sepasang hamster. Saya pilih pedagang hamster biasa, bukan pet shop. Modal awal beli sepasang hamster lengkap kandang dan peralatan sekitar 100-150ribuan.

Baru hari ke empat, si jantan mati. Dan saya sama sekali tidak tahu sebabnya. Dia cuma sering minum. Tidur terus, mungkin sekarat, lalu mati. Hiks. Saya tunggu seminggu kemudian, supaya bau si jantan hilang dulu, baru saya carikan jodoh baru buat si betina. Kali ini saya cari penjual baru, bukan yang kemarin, supaya beda aja sih. Akhirnya saya dapat pejantan yang mau sama Chilla, hamster betina saya. Gak mudah loh cari jodoh. Kalo mereka gak suka, baru aja diketemukan sudah cakar-cakaran. Jadi musti sabar mencarikan pilihan yang mau. Jadi untuk dapat keturunan bagus juga gak mudah, tergantung si hamsternya mau apa enggak. Sekitar 1-2 hari pasangan hamster baru ini butuh penyesuaian. Setelah itu mulailah mereka kawin. Seminggu kawin, si jantan dipisah ke kandang lain, karena kuatir gak sempat mindah lagi keburu si betina beranak. Betul juga, tiga minggu berikutnya betina beranak! Wuih senengnya… plan pertama berhasil. Betina pertama beranak 5 ekor. Saya biarkan para junior ini besar dulu, baru mulai dipasarkan. Saya sudah menyiapkan pasangan berikutnya yg siap beranak 3 minggu ke depan. Semoga.

 

 

 

Hari ini saya ditugasi anak saya mengambilkan raportnya untuk tahun pertama di SMA. Seperti biasa ritual pengambilan raport dimulai dengan penjelasan kepala sekolah di aula SMA. Ketika sedang mengantri untuk mengisi daftar hadir, di belakang saya ada pasangan bapak ibu. Dari sekilas pembicaraan yang saya tangkap adalah mengenai pembayaran uang pendidikan. Biaya pendidikan itu sebetulnya bisa diangsur sejak bulan pertama masuk sekolah. Tapi biasalah kita selalu menunda-nunda pembayaran hingga hari bahkan detik terakhir. Sepertinya itu juga yang dialami si ibu yang mengantri di belakang saya. Kalau dilihat dari penampilannya, bahkan dari jenis handphone yang dibawanya, gak mungkin ibu ini tidak bisa membayar uang pendidikan yang jumlahnya mungkin sama dengan harga handphone yang dia bawa. Makanya saya tergelitik untuk menguping pembicaraan mereka.

Saya dengar si ibu kebingungan ditagih pihak sekolah pada saat mengisi daftar hadir, karena diminta mengisi lembar konfirmasi dengan tanda tangan kepala sekolah bahwa akan melunasi biaya pendidikan. Atau jika ingin dilunasi, maka bukti pelunasan bisa digunakan untuk pengambilan raport. Lalu si ayah, yg rupanya baru saja datang menyusul si ibu, bertanya, “lha kan kemarin sudah kukasih?”. Lalu si ibu menjawab dengan enteng “Duit sing kuwi wis tak enggo tuku handphone”… (Uang yang itu sudah kupakai beli handphone)… Gubrakkk… Mana bisa se enteng itu bilang ke suami, laporan macam apa itu? Ibu macam apa dia? Batin saya. Bisa-bisanya mengalahkan soal pendidikan anak hanya untuk update handphone? Ckckckckck…. (tiba-tiba banyak cicak di kepala saya)

Untungnya suaminya orang super sabar dan berduit super. Dibayarkanlah kekurangan biaya pendidikan tanpa ada perang mulut diantara mereka. Entah nanti sesampai di rumah…. hahaha…. Ending yang aneh menurut saya. Tapi begitulah realitas hidup. Ada yang bertugas mengumpulkan uang… Ada juga yang punya tugas menghabiskan uang… Betul kan? Lha kalo tidak untuk dihabiskan, lalu untuk apa si ayah mengumpulkan uang banyak-banyak?

Belakangan ini saya mencoba mengintrospeksi diri, apa yang sudah saya lakukan setiap hari selama ini. Pagi hari saya selalu berpacu dengan waktu. Menyiapkan sarapan anak-anak sekolah terburu-buru, mandi dan dandan kilat bahkan tidak sempat menyisir rambut. Dulu masih sempat memasak untuk makan siang anak-anak, tapi sekarang… boro-boro.. pasti abis mandi sudah menyambar ransel dan tas kerja. Selalu terburu-buru berangkat kantor setiap hari. Dari Senin sampai Jumat. Apalagi hari Jumat, bahkan berangkat lebih pagi karena ada program senam di kantor. Sabtu biasanya saya habiskan di kantor untuk lembur, membenahi file-file, atau sekedar beres-beres berkas. Jika ada tugas mendadak keluar kota, harus siap berangkat, saya harus mengabaikan kebutuhan ibu yang sedang sakit, bahkan pamitpun sambil berlari, juga mengabaikan kebutuhan anak-anak, nantilah.. tunggu ibu pulang. Padahal ketika pulang dari luar kota, saya sudah kembali sibuk dengan tuntutan laporan, tindak lanjut, dan sebagainya. Mungkin bisa dibilang saya ini workaholic dan perfeksionis, semua saya lalukan sebaik mungkin, bahkan saya tidak peduli dengan kondisi usia yang sudah tidak muda lagi. Selama ini saya mengaku menikmati kesibukan ini. Tapi apa yang sebetulnya saya cari? Materi? Rasanya dari bulan ke bulan tetap segitu saja meski pekerjaan semakin tinggi durasinya dan bahkan overload, menghandle beberapa pekerjaan sekaligus, terutama di pertengahan tahun. Saya selalu beralasan, saya harus mengerjakan ini, saya harus begitu, saya harus kesana, siapa yang mengharuskan saya? Dan kenapa saya selalu memaksakan diri untuk sempurna?
Sampai akhirnya datang waktu liburan cuti bersama, selama 4 hari libur, saya bengong, mau ngapain selama 4 hari? Saya gak punya kehidupan lain selain kerja dan kantor. Kasihan sekali deh gue! Saya mulai berpikir, ada apa dengan saya? Kenapa selalu saja saya jealous melihat ibu-ibu muda yang menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, sekedar bermain di Time Zone, jalan-jalan, atau berenang, atau makan bersama. Saya benar-benar jealous. Coz saya tidak bisa melakukan itu semua. Hiks. Kenapa? Pasti ada yang salah dengan saya. Itu kesimpulan saya sementara. Tapi apa? Apa yang saya cari? Apa yang saya coba hindari? (Kalau yang ini sepertinya ada) Saya mencari materi dengan sibuk-sibuk di kantor? Tidak juga. Gaji kan sudah tetap selama setahun. Lalu apa pula yang saya hindari? Yang ini jelas, saya hindari hidup boros. Karena kalau di itung-itung logika, gaji saya cuma cukup untuk makan. Tapi amazing. Selalu saja Allah SWT mencukupkan kebutuhan kami sekeluarga. Jadi kalau pas hari libur panjang, kami tidak pernah kemana-mana, karena tidak ada budget. Seringkali saya tidur atau sekedar leyeh-leyeh sambil nonton tv seharian. Kalau ada rejeki, paling-paling kami belikan makanan enak dari resto untuk dimakan rame-rame di rumah. Sumpah…. saya selalu jealous kalau melihat orang yang boros gaya hidupnya. Astaghfirullah…. Padahal agama mengajarkan bahwa orang yang murah hati dan gemar sedekah pasti akan merasakan ketenangan hidup. Seperti prinsip yang dianut Tukul, senang berbagi dengan orang lain karena ibarat gentong yg mengucurkan “air sedekah”, malah akan selalu di isi terus “air rizki” nya oleh Allah SWT. Subhanalllah… Sikap saya terhadap keduniawian memang belum seperti Tukul, tapi sungguh saya kagum dengan prinsip hidup seperti itu. Seandainya saya bisa….. pasti akan tenang hidupnya….
Oleh sebab itu semua, saya rajin belajar segala sesuatu yang berbau spiritualitas. Semakin saya belajar ini itu, semakin saya tidak paham. Apa sebenarnya hakekat kehidupan. Apakah itu yang saya cari? Entahlah……
Saya cuma seorang ibu biasa yang dikaruniai 3 buah hati sempurna. Bagi saya itu adalah karunia tiada tara. Anak-anak yang sehat dan sempurna. Mencoba menjadi multitasking mom adalah perjuangan besar yang sampai saat ini masih belum bisa saya jalani dengan baik. Selalu saja ada yang salah… Saya hanya mencari ketenangan, tanpa resah memikirkan materi, tanpa resah memikirkan kerjaan belum selesai, tanpa resah memikirkan parenting anak-anak saya, tanpa resah memikirkan masa depan, tanpa resah memikirkan apa yang belum saya capai….. Ikhlas… simple word yg tidak mudah aplikasinya…

Puisi ini saya copas dari Connectique

Jika Ia Sebuah CINTA

Jika ia sebuah cinta……
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….

Jika itu sebuah cinta..
Memang sakit melihat orang yang ku cintai ..
Berbahagia dengan orang lain ..
Tapi lebih sakit lagi kalau orang ku cintai itu ..
Tidak berbahagia bersama ku..

Jika itu cinta..
Ia sering kali lari bila kita cari..
Namun cinta juga sering kita biarkan pergi ..
Saat dia menghampiri. .

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak buta..
Namun senantiasa melihat dan merasa..

Jika itu cinta..
Maka jika ku jatuh aku tidak terhuyung-huyung. .
Konsisten tapi tidak memaksa..
Berbagi dan tidak bersikap tidak adil..
Mengerti dan mencoba untuk tidak banyak menuntut..
Sedih tapi tidak pernah menyimpan kesedihan itu.

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak menyiksa..
Namun senantiasa menguji…

JIka itu cinta
Ia seperti kupu-kupu. ..
Tambah dikejar, tambah lari..
Tapi kalau dibiarkan terbang..
Dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. .

Jika itu cinta..
Aku seharusnya dapat melepaskannya
Untuk merelakannya. .
Berbahagia dengan yg lain..

Jika itu Cinta ..
Maka cinta akan berharga ..
kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. .

Jika itu cinta..
Bukan bagaimana menjadi pasangan yg sempurna…
Tapi membiarkan kita menjadi diri sendiri..
Dan oleh karenanya kita menjadi sempurna..

Jika ia sebuah cinta…
Ia tidak memaksa..
Namun senantiasa berusaha..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak cantik atau ganteng..
Namun senantiasa menarik..

Jika ia cinta..
Bukan karena kau cantik atau ganteng..
Maka aku mencintaimu. .
Tapi karena aku mencintaimu. .
Maka kau selalu terlihat cantik dan ganteng..

Jika itu cinta..
Ia akan mulai dengan senyuman,
Tumbuh dalam pelukan
Dan siap jika harus berakhir dengan airmata.

Jika itu cinta
Ia tidak berkata, “Ini salah kamu”,
Tapi ‘Maafkan aku”.
Bukan juga ‘ Kamu dimana sih?”,
Tapi ” Aku disini “.
Tidak berkata ” Gimana sih kamu?”
Melainkan “Aku mengerti kok”.
Bukan “Harusnya kamu gak kayak gini”,
Tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak datang dengan kata-kata..
Namun senantiasa menghampiri dengan hati..

Jika itu cinta..
Memang menyakitkan ketika aku tak dapat bersatu dengannya
Tapi akan lebih menyakitkan lagi
Apabila dia tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak terucap dengan kata..
Namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

Jika itu cinta..
Memang menyakitkan mencintai orang yang tidak mencintaimu. .
Namun lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang..
Dan engkau tidak pernah punya keberanian untuk menyatakan cintamu padanya..

Jika ia sebuah cinta…..
Ia tidak hanya berjanji..
Namun senantiasa mencoba dan memenuhi..

Jika itu cinta..
Maka itu hanya sekeping..
Tidak seperti mata dan telinga..
Yang hampir selalu berpasang pasangan..
Karena Tuhan memberikan sekeping hati lainnya..
Pada seseorang untuk kita mencarinya, itulah Cinta.

Jika ia sebuah cinta…..
Ia mungkin tidak suci..
Namun senantiasa tulus..

Jika itu Cinta…
Engkau masih bisa tersenyum ..
Dan berkata aku turut berbahagia untukmu..
Ketika dia memilih mencintai orang lain..

Jika ia sebuah Cinta…..
Ia tidak hadir karena permintaan..
Namun hadir karena ketentuan…

Jika itu Cinta
Ia datang kepada orang yang masih punya harapan ..
Walaupun ia pernah dikhianati..

Jika itu Cinta..
Ia hadir kepada mereka yang masih percaya…
Walaupun ia pernah dicampakkan. .

Jika itu Cinta..
Ia tumbuh di hati mereka yang masih ingin mencintai..
Walaupun ia pernah dihempaskan

JIka itu Cinta..
Ia berkembang di relung hati ..
Mereka yang punya keberanian dan keyakinan ..
Untuk membangun kembali kepercayaan. .

Jika ia sebuah Cinta…..
Ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan…
Namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan…

Jika itu Cinta..
Ia akan membiarkan orang yang kamu cintai ..
Menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya ..
Menjadi gambaran yang kamu kehendaki..

~~YA TUHAN, ajarkan aku mencintai orang lain, walaupun dia sudah menyakiti bahkan memilih untuk tidak bersamaku.

Berkorban tapi tidak menuntut;
Memberi tapi tidak memaksa;
Mencintai tanpa pamrih;

MAMPUKAH AKU? MAMPUKAN AKU TUHAN..

Supaya dapat..berkorban tapi tidak menuntut;
Memberi tapi tidak memaksa;
Mencintai tanpa pamrih;

Myself


Bending the rules

Kategori

Tes Kepribadian

Personality Disorder Test Results
Paranoid |||||||||||||| 54%
Schizoid |||||||||||||||||||| 82%
Schizotypal |||||||||||||| 54%
Antisocial |||||| 26%
Borderline |||||||||||| 46%
Histrionic |||||||||||| 42%
Narcissistic |||||||||||| 42%
Avoidant |||||||||||| 50%
Dependent |||||||||||||| 58%
Obsessive-Compulsive |||||||||||||| 58%
Take Free Personality Disorder Test
personality tests by similarminds.com

Parenting Teenager

Female Store

Menu Masakan

MenuMancaNegara 468x90-1

Fashion Clothing

Kontak

Tweet me

Follow mayadewisavitri on Twitter

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.