Tulisan ini saya tulis di Shvoong sebelumnya, tapi saya tulis lagi di blog ini supaya lebih dapat membantu teman-teman yang ingin memulai usaha rumah cuci laundry kiloan.

Prosedur operasional laundry kiloan terdiri dari penerimaan order, pembuatan label, proses pencucian dan penyerahan order kepada pelanggan.

1.    Penerimaan order.  Dalam menerima order harus mengikuti langkah-langkah berikut :

a.    Order dari pelanggan langsung ditimbang dan dibuatkan nota penerimaan order.

b.    Jika baju kotor yang dibawa konsumen menggunakan kantong plastik, langsung diikat agar pakaian tidak tumpah.

c.    Setiap baju ditandai dengan alat yang disebut <i>tag gun</i> yang sudah di isi dengan <i>tag pin</i> dan kain keras.

d.    Gunakan spidol tahan air untuk menandai potongan kain keras (label) sesuai dengan nomor notanya. Jumlah label harus sesuai dengan jumlah baju setiap notanya.

e.    Tembakkan <i>tag gun</i> 2 kali ke setiap baju untuk menghindari putusnya tag pin akibat putaran mesin cuci.

2.    Pembuatan label.  Label adalah tanda untuk pakaian yang dicuci. Harus mempersiapkan skema supaya order yang dicuci tidak tertukar. Oleh karena itu dibuat label atau tanda untuk pakaian yang dicuci. Salah satu cara memberi label adalah dengan menggunakan alat yang disebut tag gun yang sudah diisi dengan tag pin dan kain keras. Tag gun berbentuk seperti pistol dengan ujung jarum. Tag pin adalah isi tag gun yang terbuat dari plastik sebesar lidi. Tag pin biasanya digunakan untuk label harga pada baju-baju baru.

3.    Proses pencucian.  Ada beberapa tahap pencucian yaitu tahap pengumpulan, pemilahan, pencucian, perendaman dalam pelembut dan pewangi pakaian, pengeringan, penyetrikaan dan pengepakan atau finishing.

a.    Tahap pengumpulan.  Order cucian tidak boleh tertukar satu sama lain. Pisahkan antara pakaian yang belum dicuci dengan yang sudah dicuci.

b.    Tahap pemilahan.  Kain yang berwarna putih sudah pasti harus dipisah dari kain yang berwarna untuk menghindari lunturnya pakaian berwarna ke pakaian putih.  Panduan pemilahan berdasarkan kategori berikut :

  • Berdasarkan jenis kotoran. Pakaian dengan tingkat kotoran yang tinggi (sangat kotor) harus dipisahkan karena memerlukan proses khusus agar mendapatkan hasil yang optimal. Sedangkan jenis dengan kotoran ringan dan sedang hanya diproses secara singkat.
  • Berdasarkan jenis kain (serat dan warna). Penyortiran berdasarkan jenis kain penting karena ada beberapa jenis kain yang sensitif, umumnya wol dan sutra. Penyucian dengan deterjen dan suhu rendah akan membantu jenis kain ini awet. Tingkat air yang tinggi selama penyucian juga mampu menghindarkan kerusakan kain jenis ini. Jenis kain tenun memerlukan tingkat air yang tinggi untuk menghindari kerusakan. Linen yang berwarna dipisahkan untuk menghindari kelunturan.
  • Berdasarkan proses (sesuai alat yang digunakan).  Untuk efisiensi, penyortiran berdasarkan pengeringan perlu dilakukan. Misalnya handuk dikeringkan dengan mesin pengering, sedangkan sprei, sarung bantal, serta taplak meja dikeringkan dengan setrika khusus (steamer).

c.    Tahap pencucian. Beberapa tehnik penyucian yang bisa dilakukan adalah :

  • Perendaman.  Jika kotoran pada pakaian masuk ke dalam kategori berat, bisa jadi perendaman dilakukan lebih dari satu kali. Sebab perendaman ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang larut dalam air, selain untuk mendapatkan suhu yg pas sebelum dilakukan penyabunan. Perendaman biasanya dilakukan antara 3 – 5 menit. Perendaman pakaian bisa juga dilakukan dengan sabun atau deterjen. Namun perlakuan ini biasanya dilakukan pada pakaian untuk noda yang membandel.
  • Penyabunan.  Tahap ini merupakan tahap pencucian yang sebenarnya. Umumnya dilakukan selama 8 – 15 menit. Pembilasan awal dilakukan untuk menurunkan suhu dan kadar deterjen. Proses menghilangkan noda (bleaching) dilakukan selama 8 – 10 menit. Pembilasan dilakukan 2 atau 3 kali, bergantung kotoran yang masih menempel pada pakaian.
  • Pembersihan akhir.  Pembersihan akhir dilakukan untuk perawatan kain agar tidak cepat rusak atau warnanya cepat pudar. Lakukan pembersihan akhir ini dengan menggunakan air hangat selama 3 – 5 menit.
  • Pemerasan. Pemerasan dilakukan untuk mengurangi kadar air di pakaian sebelum akhirnya memasuki proses pengeringan. Biasanya tahapan ini memerlukan waktu antara 2 – 12 menit, bergantung jenis dan ketebalan kain.

Tips Mengenai Air

Air yang digunakan untuk mencuci terkadang bermasalah, misal keruh, bau, dan lain-lain. Beberapa alternatif solusi mengatasinya adalah sebagai berikut.

  • Jika tiba-tiba air yang digunakan keruh atau berbau sehingga meninggalkan noda di baju atau bau yang tidak hilang walaupun telah menggunakan pewangi pakaian, maka bisa membersihkan noda tersebut dengan cara membilas kembali pakaian yang dideteksi bernoda dengan air yang telah disaring.
  • Jika noda yang ditinggalkan di pakaian masih belum hilang juga, maka proses penyucian harus di ulang kembali sampai bahan tersebut bersih.
  • Jika masalah air terletak pada kesadahan air, maka solusinya adalah menambahkan jumlah deterjen dan kondisioner pada air sabun. Pada tahap pemutihan, gunakan cairan asam dan pelembut secara terpisah sehingga konsentrasi keasaman dapat meningkat. Kesadahan air yaitu sifat air yang menyebabkan pembentukan sisa yang tidak larut ketika pakaian disabuni. Sifat air semacam ini bisa mengakibatkan pengapuran (residu putih) pada pakaian, menurunkan efisiensi deterjen dan sabun, serta menyebabkan noda pada bahan. Selain itu warna pakaian berbahan linen bisa berubah pucat, menyumbat saluran pembilas dan saluran air, serta menurunkan efisiensi panas.
  • Jika air mengandung zat besi yang tinggi maka akan menyebabkan pakaian berwarna kekuning-kuningan dan akan sulit dihilangkan. Solusinya, harus mencari air dengan kadar zat besi rendah.

f.    Tahap pemberian pewangi dan pelembut pakaian.  Tahap perendaman ini biasanya bersatu dengan tahap pencucian. Jumlah pewangi dan pelembut pakaian yang dipakai umumnya adalah 30ml dicampurkan dengan 10 liter air. Jadi tidak berdasarkan jumlah kilogram cucian. Perendaman bisa dilakukan selama 10 – 15 menit.

g.    Tahap pengeringan. Tahap pengeringan pakaian dilakukan dengan menggunakan mesin pengering. Setelah kering, pakaian tersebut dapat langsung disetrika, lalu dikemas. Namun ada beberapa pakaian yang setelah dikeringkan dengan pengering masih harus dijemur atau diangin-anginkan. Perbedaan jenis pakaian membuat proses pengeringan menjadi berbeda-beda.

h.    Tahap penyetrikaan.  Sebelum akhirnya dilipat dan dibungkus, pakaian kering terlebih dahulu disetrika. Waktu yang digunakan untuk satu potong pakaian sekitar 2 – 3 menit. Pada saat penyetrikaan, karyawan bisa menyeleksi hasil cucian karena secara detil, noda yang masih tertinggal bisa segera dipisahkan. Untuk mempercepat penyetrikaan dan pakaian tidak kusut digunakan semprotan air. Pada beberapa laundry yang tidak menggunakan pewangi dan pelembut, air yang disemprotkan biasanya dicampur dengan pewangi dan pelembut.

i.    Tahap pengepakan atau finishing.  Pengepakan yang dimaksud disini adalah bagaimana supaya pengemasan hasil cucian saat dikembalikan kepada pelanggan dalam keadaan rapi. Untuk pengepakan sekitar 1 -3 menit saja. Pengepakan standar yang biasa dilakukan adalah dengan menggunakan plastik transparan dengan kapasitas maksimal 5 kg.  Setelah dikemas, hasil pengepakan tadi diletakkan pada rak. Bukti penomoran yang tertera pada kuitansi atau bukti pencucian bisa menjadi patokan, misalnya hari, tanggal, dan jam masuk.

4. Penyerahan order ke pelanggan. Usahakan semuanya dikerjakan tepat waktu. Penyerahan cucian kepada pelanggan bisa dikatakan sebagai finishing touch. Hal ini juga tidak kalah penting dengan tahap-tahap sebelumnya. Bahkan, jika terjadi keteledoran sedikit bisa membuat jasa laundry akan tidak dipercaya lagi oleh pelanggan. Karena pada tahap inilah kepuasan dan kenyamanan pelanggan akan tersempurnakan.

Tips penyerahan order cucian

  • Pastikan bahwa kondisi cucian sudah selesai, artinya kondisi produk yang di laundry sudah kembali siap pakai.
  • Setelah rapi, catat produk dalam nota keluar barang. Cek kembali antara nota masuk barang dengan nota keluar barang, jangan sampai ada yang tertinggal.
  • Pisahkan produk yang siap keluar atau siap diantar lengkap dengan notaya dalam satu rak khusus.
  • Pastikan tidak ada order yang tertukar.
  • Jangan lupa bersikap ramah dan menghadiahkan senyum manis untuk pelanggan lengkap dengan kata perpisahan “Kami tunggu kedatangan Anda kembali”. Karena kesan terakhir sama penting dengan kesan pertama.