Mungkin banyak yang bertanya, bagaimana cara menjadi vegetarian? Bagi saya, seorang vegan yang belum murni vegan, gampang saja, mulai dengan bertahap. Start dengan tidak makan daging berkaki 4. Pertahankan selama 1 atau 2 bulan, supaya tubuh mulai terbiasa. Tidak perlu terburu-buru stop semua daging….. Nanti tubuh malah lemas karena tidak terbiasa.

Setelah itu, mulai kurangi makan daging ayam. Bulan ke 3 dan 4, Anda menjadwal menu makan ayam. Cukup makan ayam seminggu sekali, toh masih bisa mencukupi protein hewani dari ikan, udang atau telur. Menu makanan Indonesia sebetulnya banyak yang vegetarian, seperti pecel, gado-gado, karedok, dll. Jadi gak ada alasan : “Aku makan apa dong?”

Bulan kelima, sudah mulai bisa start menu non daging, cukup ikan dan telur. Perhatikan perubahan fisik yang terjadi. Stamina mungkin sedikit drop, tapi bisa dibantu dengan banyak makan buah-buahan, atau jus buah.

Bagi saya, yang paling berat justru dukungan. Apalagi jika pasangan kita belum bisa menerima cara hidup kita. Banyak godaan yang munculnya dari orang-orang terdekat kita. Saran saya, bertahanlah. Jika harus non veg setelah sekian bulan berjuang, nyantai saja, sehari non veg tidak masalah, besok vegan lagi. Kadang, orang menjadi putus asa setelah gagal vegan, lalu menggagalkan niatnya, cuma krn gagal sehari. Itu biasa, pengalaman saya malah berkali-kali gagal vegan, tapi cukup sehari saja, besoknya vegan lagi. Gagal itu biasanya karena diundang makan yang menunya non vegan, sedang trip ke luar kota dan untuk mencari makanan vegan agak merepotkan, atau karena tidak tahan godaan….. Hihihi… Jangan malu mengakuinya…. Siapa sih yang tahan di ajak teman makan di resto yang menunya khusus ayam doang, terus mereka pesan ayam, dan perut kita belum terisi sejak pagi, lalu teman-teman kita sibuk menggoda… “Alaaa, lupakan vegan….”. Yup, itu pengalaman pribadi.

Yang paling menyenangkan menjadi vegan bagi saya adalah kemampuan menjadi super sabar. Saya orang yang impulsif, kalau sedang emosi, biasanya langsung meledak, tapi setelah emosi terluapkan, selesai sudah, tak ada dendam. Bagaimana kalau emosi ini berkaitan dengan pihak-pihak tertentu yang tidak begitu saja bisa dilampiaskan. Contoh, emosi dengan bos di kantor. Wuiiih, bayangkan saja apa yang terjadi. Tidak salah menjadi impulsif, malah lebih bagus daripada dipendam terus dan lama-lama menjadi racun untuk diri sendiri. Tapi efek negatif seorang yang berkepribadian impulsif juga perlu dikendalikan. So, dengan menjadi vegetarian, saya lebih sabar dan tidak mudah meledak. Perempuan sih biasanya mewek kalau sudah merasa tidak tahan emosi.

Untuk informasi lebih lanjut cara menjadi vegan, silahkan browsing di http://www.vegetarian-guide.com/cara-vegetarian-yang-benar

So, kalau tertarik, silahkan sharing pengalaman mencoba menjadi vegan.