Dari sebuah blog milik seorang teman, saya membaca artikel yang isinya tentang kepribadian histrionik. Disitu disebutkan bahwa ada orang-orang tertentu yang memiliki tipe kepribadian seperti ini. Yaitu orang-orang yang memanfaatkan kelemahan, kekurangan, kondisi sakit, tidak sempurna dan semacamnya, untuk mendapat belas kasih dari orang lain. Saya jadi teringat someone, yang kalo dilihat-lihat sepertinya mengalami kondisi kepribadian histrionik.

Gangguan kepribadian histrionik didefinisikan oleh American Psychiatric Association sebagai berikut :
Histrionic personality disorder (HPD) is defined by the American Psychiatric Association as a personality disorder characterized by a pattern of excessive emotionality and attention-seeking, including an excessive need for approval and inappropriate seductiveness, usually beginning in early adulthood. These individuals are lively, dramatic, enthusiastic, and flirtatious.
They may be inappropriately sexually provocative, express strong emotions with an impressionistic style, and be easily influenced by others. Associated features may include egocentrism, self-indulgence, continuous longing for appreciation, feelings that are easily hurt, and persistent manipulative behavior to achieve their own needs.
Motivasi utama orang berkepribadian histrionik adalah mendapatkan simpati. Orang dengan kepribadian histrionik akan berupaya menarik simpati dari lingkungan sekitarnya untuk memahami dan mengerti akan dirinya dengan berbagai cara. Keluhan atas kelemahannya demi mendapat perhatian, bahkan excuse agar tidak terbebani tanggung jawab yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Dengan cara seperti ini maka orang dengan kepribadian histrionik akan mendapatkan kenyamanan dan kepuasan diri. Mengeluhkan penyakit merupakan cara paling ampuh dan mudah ditempuh agar orang lain memberikan perhatian bahkan bersimpati. Orang ini sangat menyukai menjadi pusat perhatian, senang mendapat kunjungan teman, saudara, atau bahkan menerima santunan atas kepura-puraannya sakit. Pernahkan Anda menemui orang yang berpura-pura hamil agar orang disekitarnya bersimpati dan memperlakukannya seperti orang hamil?

Cara yang dilakukan pribadi histrionik untuk mendapat perhatian biasanya bersifat memanipulasi lingkungan sebanyak-banyaknya sehingga berkesan seperti sesungguhnya terjadi. Berlagak mendadak sakit, pingsan, bahkan munculnya halusinasi akan hadirnya mendiang orang-orang terdekat, sebagai bentuk perhatian atas kelemahan atau kemalangan hidupnya. Bayangkan, orang yang sudah meninggal saja bisa hadir dan bersimpati padanya, apalagi yang masih hidup, seharusnya lebih bersimpati. Begitulah cara pikir orang histrionik. Ancaman bunuh diri jika tidak mendapat atensi, bisa saja muncul jika kondisi histrioniknya relatif parah.

Terapi untuk histrionik sangat sulit, karena yang mendapat kerugian adalah orang-orang disekitarnya yang menyadari manipulasi perilaku yang dilakukannya, individu histrioniknya sendiri mungkin tidak paham bahwa dia dalam kondisi yang membutuhkan bantuan terapi. Terapi yang bisa dilakukan berfokus pada perubahan perilakunya yang disebabkan oleh perasaan bahwa dia kurang mendapat perhatian dari orang-orang terdekat di sekitarnya. Family therapy mungkin ada manfaatnya jika seluruh anggota keluarga mendukung.

Any suggestion for this disorder? Ada yang punya pengalaman dengan orang histrionik? Please sharing with me.