Hari-hari terakhir ini, pikiran saya hanya tertuju pada penyakit kanker dan pengobatannya. Kemoterapi, saat ini itulah pengobatan medis yang paling banyak dipakai untuk penderita kanker. Tapi efek kemoterapi ternyata luar biasa hebat. Mulai dari mual, muntah, gatal dan merah di kulit, lambung terasa keras, seluruh tulang terasa nyeri, lelah dan lemas, hingga rambut rontok. Efek non fisik yang muncul berupa cemas, takut, depresi, marah, mimpi buruk dan insomnia. Butuh dukungan psikologis dari keluarga dan orang terdekat supaya penderita kuat melalui masa-masa buruk akibat efek samping kemoterapi.

Dukungan keluarga sangat membantu penderita untuk tetap tenang, bisa dengan mendengarkan musik kesukaan, atau melakukan hobby yang disukai penderita. Olahraga ringan seperti jalan di sekitar rumah, bisa melemaskan otot-otot yang terasa kaku, sekaligus bisa membantu penderita merasa nyaman. Yang paling penting adalah mengajak bicara, penderita biasanya senang menceritakan penderitaannya, maka ajaklah bicara apa saja yang dirasakannya setiap hari. Pijatan ringan sambil ngobrol bisa mengurangi rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, misalnya punggung atau kaki.

Efek samping kemoterapi bersifat sementara, tubuh kembali normal jika kemoterapi selesai. Jadi dukungan keluarga pada saat efek kemoterapi paling parah justru sangat dibutuhkan. Penderita bisa jadi sangat rewel soal makanan, bisa juga sangat manja. Hadapilah penderita dengan ekstra sabar.