Masa Orientasi Siswa Baru dimulai. Anak sulungku, Raka ikut MOS SMUN 1 Depok, adiknya, Asa, ikut MOS SMPN 2 Ngaglik. Ada-ada saja yang disuruh bawa. Hari pertama, Raka disuruh bawa bekal makan siang sendiri, isinya nasi, lauk oseng kangkung, tempe goreng dan buah pisang, tempatnya di kotak kerdus, dan sendok plastik bebek. Budget untuk makan siang lengkap ini tidak boleh lebih dari 5 ribu. Wow… Ini mah makanan sehari-hari kita. Jadilah ibunya masak sejak subuh, menyiapkan bekal Raka dan sarapan pagi untuk 3 anakku.
Asa, disuruh bawa tanaman puring plus pupuk kandang. Nah, kalau ini ayahnya yang mencarikan plus menyiapkan, jadi Asa tinggal bawa ke sekolah. Untuk bekal, Asa minta dibuatkan nasi goreng untuk makan siang di sekolah.

Hari kedua, Raka disuruh bawa bekal makan siang nasi kuning! Alamak… yang ini aku gak bisa buat…. akhirnya pesan tetangga yang sering jual nasi kuning di kompleks sebelah. Komplit lauknya. Buahnya jeruk, budget masih 5ribu.
Asa disuruh bawa sepenggal puisi. Temanya terserah. Nah, yg ini sih gampang. Gak neko-neko.

Hari ketiga, Raka bawa bekal oseng kacang panjang telor ceplok + pisang. Ini sih gampang…. Asa ikut tour ke keliling kota, jadi gak disuruh bawa-bawa, sudah ada konsumsi dari sekolah.

Hari keempat, Raka tour ke Borobudur. Asa sekolah seperti biasa, tapi siang ada kegiatan MOS, nah.. ini yang repot. Bawa bekal nasi golong + tempe bacem. Minumnya harus air mineral botol merk aqua club. Pake kaos putih polos, topi dari besek, talinya tali rafia warna kuning yang dikepang. Pake tas dari kresek, harus warna kuning, tali selempang tasnya dari rafia warna kuning, dikepang juga. Pake kaos kaki sebelah kanan hitam panjang, sebelah kiri putih pendek. Tali sepatu dari tali rafia warna kuning. Buat identitas nama & kelas dari kertas arturo kuning, dipasangi tali rafia yg dikepang utk dikalungkan di leher. Haha… ribet amat… Orangtuanya juga yang repot. Seisi rumah repot.

Hari kelima, dan ke enam, Raka sekolah biasa, cuma disuruh bawa tanaman untuk “tamanisasi”. Asa pagi masih sekolah biasa, siang MOS. Seperangkat peralatan masih sama, cuma bekalnya yang beda. Bekal hari kelima harus nasi pecel, untuk hari keenam harus nasi kuning. Yang lucu siswa putri, selama 3 hari pelajaran baris berbaris itu, kunciran rambutnya nambah, hari pertama 5 kuncir, hari kedua 10 kuncir, hari ketiga 15 kuncir. Bersyukur anakku laki-laki, jadi gak ribet kuncir menguncir.

Buat saya, pengalaman ini melelahkan, tapi menyenangkan! Kita jadi punya pengalaman mendampingi anak selama MOS. Kalau ada yang punya pengalaman serupa, sharing dong…

***) Saya kira MOS berakhir di minggu pertama saja, ternyata masih ada MOPP = Masa Orientasi Pelajar Primordia… waduh, apapula ini?? Simak catatannya di next artikel.