Ketika anak-anak kita beranjak remaja, tugas sebagai orangtua bertambah. Menjelaskan tentang sex education! Itu wajib hukumnya. Tapi jujur, orang timur kadang bingung mau memulai komunikasi dengan anak. Kita semua tahu teknologi informasi sudah sedemikian hebat sehingga anak bisa download video apapun di ponselnya. Kasus video porno seleb kita juga sudah dinikmati anak-anak ABG. Semakin gempar ekspos media, semakin besar rasa ingin tahu anak.

Lalu bagaimana menjelaskan sex education yang benar? Satu yang penting, jangan menunda. Mungkin dalam pikiran kita, nanti saja, anakku baru ABG koq. Kita bisa lihat perkembangan fisik dan kematangan psikologis anak dari kebiasaan sehari-hari. Kalau kita rasa cukup untuk menerima sex education, maka kita sebagai ortu harus take action! Lalu, persiapkan dengan seksama, apa yang akan disampaikan pada anak. Bukan maksud untuk menakut-nakuti, sekali lagi, melainkan untuk melindungi anak.

Mungkin artikel ini bisa menjawab sedikit kegundahan para orangtua. Silahkan disimak :

http://www.parentsconnect.com/articles/6_tips_talk_sex.jhtml#!

Sedikit rangkumannya, tips untuk bicara tentang sex education pada anak :

  • Buat percakapan khusus. Tidak memberitahu anak sambil melakukan pekerjaan lain atau sambil lalu. Tanpa interupsi dari sms atau telpon. Buat suasana khusus berkomunikasi dengan anak, dengan begitu anak punya atensi khusus dan bisa paham dengan baik dan benar.
  • Menginformasikan pada anak, bukan menginterogasi. Tujuannya bukan untuk mencaritahu anak sudah terlibat sex atau belum, melainkan untuk melindungi anak dari bahaya PMS (penyakit menular seksual). Jika anak ditanyai, dia akan diam seribu bahasa.
  • Mulai dengan tema pokok/utama. Sampaikan bahwa PMS bisa menular dalam hitungan detik, dalam sekali waktu, dan bisa berpengaruh untuk kehidupan selanjutnya.
  • Tunjukkan fakta nyata. Kumpulkan fakta yang bisa mendukung apa yang akan disampaikan. Fakta bisa dari buku, artikel, atau berita dari media. www.cdc.gov/std.
  • Ajak berpikir. Percakapan bersifat singkat dan langsung. Tidak perlu berbelit-belit.