Saya pernah bilang sama teman saya, yang bukan psikolog, it’s not easy being a psychologist, we are the “garbage” for all the problems they thrown in. Kita selalu jadi tempat untuk membuang semua masalah atau katarsis alias curhatnya teman, atau klien. Lama-lama, tempat sampah ini penuh kan? Terus terang, Psikolog juga punya sampah sendiri, yang harus dibuang ke satu tempat. Kemanakah itu?

Manusia adalah mahluk sosial, sudah sewajarnya kalau butuh katarsis, mencari solusi dengan diskusi, sharing, minta pendapat, saran, atau sekedar melepaskan uneg-uneg, butuh orang lain yang mau mendengar. Semua psikolog harus punya “telinga” untuk mendengar semua masalah, punya “bahu” untuk tempat curahan air mata, punya “genggaman” untuk sekedar menguatkan dan punya segudang akal untuk mengurai benang kusut. Wow, psikolog juga manusia biasa, manusia sosial biasa, yang juga butuh katarsis untuk problemnya.

*Note : A catharsis is an emotional release (about.com:psychology)