Pernahkan Anda merasakan Dilema? Harus melakukan yang tidak sesuai dengan hati nurani?
Itulah yang kini sedang kulakoni. Setiap sudut yang aku temui mengatakan tidak, tidak, tidak. Secara nalar semua analisa mengarah pada jawaban tidak. Analisis prediktif juga bilang tidak, jika ya akan merugikan diriku sendiri. Tapi hati nurani bilang ya. Bahkan sudut hatiku terdalam amat sangat merindukan kondisi ya. Then what should I do?

Pilihan yang mungkin:

1. Memilih tidak. Mengabaikan hati nurani. Mengambil semua resiko yang mengikuti pilihan tidak. Berapa banyak resiko? Berapa banyak masalah baru akan muncul? Who knows…..

2. Berpura-pura bersikap tidak, meski hati ya. Hei, sepertinya hal ini sudah pernah kulakukan sebelumnya. Pengorbanan dari sudut pandang yang berbeda. Tapi sekali lagi digoda pikiran: Emang elu mau berkorban mulu? Kapan hepinya? Well, kata temanku, life is about choices we make. Choosing Between What You Want To Do and What You Ought To Do. The direction of our lives, comes down to the choices we choose.

3. Memilih ya dengan resiko prediksi yang buruk ke depan. Yah… semua masih prediksi. Hanya Tuhan yang tahu. Prediksi cuaca buruk belum tentu benar-benar ada badai. Tuhan bicara. Jika Dia menghendaki, maka terjadilah. Tapi ini benar-benar dari hati nurani. Kata temanku lagi, follow your heart. Is this the best choice? Tapi bagaimana menjelaskan kepada dunia? Negative labels will following me everywhere. Seberapa kuat aku menghadapi label negatif ini?

What do you think? Please help me……………..