Drupadi-Solo-05Saya pernah menulis sekilas tentang Drupadi di blog ini. Tapi cuma sekilas, tentang keteguhan hatinya atas penindasan laki-laki.

Drupadi, sosok misterius. Versi India menyebutkan bahwa Drupadi adalah istri kelima orang Pandawa. Tapi versi Jawa menyebutkan ia istri Yudhistira, putra tertua Pandawa. Perbedaan cerita itu sudah merupakan misteri. Versi India, Drupadi mempunyai 5 anak dari kelima suaminya, sedang versi Jawa putranya hanya satu yaitu Pancawala.

Kisah poliandri Drupadi saja sudah menarik. Ini mengisyaratkan bahwa perempuan bisa berkuasa atas laki-laki. Drupadi menentukan siapa yang berhak jadi suaminya pada tahun ini, tahun berikutnya, dan tahun berikutnya lagi. Diantara mereka memang terjadi saling kecemburuan, namun memegang janji ksatria di kisah itu adalah lebih utama daripada sekedar keluhan pribadi.

Drupadi dimenangkan Arjuna dalam sayembara yg diadakan Drupada, ayah Drupadi. Arjuna dan kelima saudaranya yang sedang dalam pengasingan di hutan membawa pulang Drupadi. Arjuna melapor pada ibunya, Kunti, bahwa ia telah mendapat hasil. Ibunya tanpa menoleh langsung berucap, bagilah dengan saudara-saudaramu. Ketika menoleh barulah Kunti terkejut karena yang dibawa Arjuna adalah Drupadi. Oleh karena ucapannya tidak bisa ditarik lagi, maka jadilah Drupadi bersuami 5 orang Pandawa. Dan karena bakti anak kepada ibunya, Pandawa bersedia berbagi istri.

Kisah ini sekaligus memaknai pengabdian putra-putra kepada ibunda. Seorang ibu, adalah tempat terhormat di mata putra-putranya. Menjadi ibu berarti memiliki kekuatan untuk membentuk keturunannya. Jika pembentukan itu baik, maka keturunan akan baik, jika pembentukan buruk, maka buruklah pula hasilnya.

Yang menarik lagi adalah sikap drupadi yang lantang menolak ketika dijadikan taruhan oleh Yudhistira saat bermain judi dengan Kurawa. Perempuan yang berani mengemukakan pendapat. Ketika Yudhistira sudah kehilangan harta, istana, dan adik-adiknya semua karena kalah di meja judi, Kurawa meminta Drupadi. Yudhistira menuruti Kurawa dan menjadikan Drupadi sebagai taruhan. Ia menyuruh prajurit menjemput Drupadi. Drupadi menolak datang di perjamuan judi. Sampai akhirnya Dursasana dari Kurawa yang menarik rambutnya dan menyeret Drupadi ke meja judi. Ketika Pandawa disuruh melepaskan pakaian istana, karena sudah kalah, Drupadi juga menolak, hingga Dursanana menelanjanginya. Berkat bantuan Kresna, kain yang disingkap Dursasana tidak pernah habis, dan Drupadi selamat dari malu. Drupadi yang marah telah dipermalukan, bersumpah tidak akan menggelung rambutnya kecuali sudah keramas dengan darah Dursasana. Melihat kondisi Drupadi ini, membuat Bima, putra kedua Pandawa, merasa sangat gerang dan bersumpah akan membunuh Dursasana. Kelak ketika perang, Bima benar-benar membunuh Dursasana, meminum darahnya, dan membawa pulang darah Dursasana untuk keramas Drupadi. Kekuatan perempuan yang mendorong laki-laki mampu bertindak luar biasa.

Drupadi adalah perempuan yang bebas dan mandiri, cerdas dalam mengemukakan pendapat, tetapi tetap lembut dalam perlawanan. Dia tahu dia tidak akan menang menghadapi Dursasana yang jelas-jelas bukan tandingannya. Tapi dengan menggerakkan Bima, dia mampu menumbangkan arogansi dan penindasan.

Makna dibalik kisah Drupadi, adalah bahwa perempuan itu menyimpan kekuatan, yang mungkin tidak disadari sebelumnya. Dalam tutur kata penuh kelembutan namun menyiratkan ketegasan sikap. Dalam budi pekerti dan laku agung, menyampaikan kebijakan tanpa kekerasan.

p.s.

Simak juga kisah sayembara drupadi, dan derita drupadi

Sosok Drupadi atau Draupadi ternyata juga dipuja-puja di India, simak tulisan Lauren Weadick tentang Drupadi di sini.

Saya juga menyimpan tulisan Pradip Bhattacharya yang mengulas tentang kisah Pandawa dan Drupadi di sini.