Tercabik. Begitulah rasanya. Ketika harapan sirna seketika. No change at all to be with you.  Pintu itu sudah tertutup. Sama sekali tak ada celah. Terkunci rapat. Dan yang paling menyedihkan adalah, aku masih setia duduk di depan pintu, menunggumu membuka dan menawarkan kesempatan kedua. Stupid. Kamu tahu kenapa aku sebodoh ini? Karena tak akan pernah ada yang sepertimu. Never.  Karena kamu telah merubah hidupku. My way of life, my vision of future, bahkan selera musikku pun berubah. Aku benci slow rock, tapi sekarang musik slow rock yang mendayu-dayu mengalunkan lagu galau itu, aku suka banget! Teman baikku yang di India juga bilang, you have change Maya, you are not who you were 5 months ago.

I’m still yours. Kamu belum pernah putuskan rantai ikatan itu. Dan aku gak sanggup memutusnya sendiri. You have to break it yourself. I’m stuck here, in front of your door. Bahkan aku telah memohonmu untuk membukanya. Never happendoor

NOAH bilang: tak pernah kumengerti aku segila ini, aku hidup untukmu, aku mati tanpamu, tak pernah kusadari aku sebodoh ini, aku hidup untukmu, aku mati tanpamu, kau takkan pernah menjadi milikku… I’m really crazy…. Kalau aku sebodoh ini menunggumu, pasti aku akan tua merana. Well, mungkin aku terlalu tua untuk patah hati, tapi cinta tak pernah kenal usia. Oh, come on move on Maya . Seandainya bisa semudah itu.