Ketiga anak saya, Raka, Mahesa, dan Ovi, tahun ini berbarengan menghadapi Ujian Nasional. Raka, saat ini di kelas XII SMAN I Depok Sleman, Mahesa, kelas IX SMPN II Ngaglik Sleman, dan Ovi, kelas VI SDN Selomulyo Ngaglik Sleman. Awalnya, rasanya seperti “Gedubrak” begitu, karena saya single mom, menghadapi banyak masalah, karena kasus mantan suami dan perpisahan kami, juga harus maintain their inner stability. Saya sangat menjaga kestabilan kondisi mental mereka akibat terpapar peristiwa yang membuat mereka trauma. Kondisi instabilitas psikologis memang tidak terelakkan, saya berusaha mengembalikan kestabilan dan mempertahankan kesehatan mental mereka supaya proses belajar mereka tidak terganggu. Ini strategi jangka pendek yang bisa saya lakukan. Strategi jangka panjang nanti adalah menghindarkan mereka dari trauma psikologis berkepanjangan akibat perceraian kami. Tentu saja, ini tidak mudah, tapi saya tahu Allah SWT punya rencana indah untuk kami semua. Jadi, saya lakoni peran saya sebagai ibu sebaik-baiknya untuk mereka.

kids

Nah, minggu lalu, saya diundang pihak sekolah Raka, dan Asa, untuk Sosialisasi pelaksanaan Ujian Nasional. Saya datang dan mendengarkan dengan takjub. Saya dan semua orang tua di ruangan aula itu, terhening ketika melihat jadwal ujian praktek, ujian sekolah, dan ujian nasional yang saling sinambung harus mereka jalani dalam 2 bulan ke depan. Wow, ini pasti berat untuk mereka. Belum lagi jadwal try-out, intensifikasi, dan lain sebagainya yang intinya untuk memberikan latihan untuk persiapan UN 2013. Hmmm. Saya cuma bisa menghela napas panjang. Oke, jika sebegini padatnya jadwal belajar mereka di sekolah, plus les ini itu, hingga pulang sore hari, maka yang bisa saya lakukan adalah menjaga mereka tetap sehat, memotivasi mereka untuk tetap semangat di sekolah, dan tidak perlu menyuruh mereka belajar di rumah. Hati nurani saya tidak tega menyuruh mereka belajar lagi di rumah, padahal di sekolah sudah seabreg latihan, try-out, intensifikasi, les, dsb. Tugas saya hanya mengingatkan tugas sekolah mereka untuk besok, membantu menyiapkan apa yang dibutuhkan untuk sekolah esok hari, just like that. Alhamdulillah mereka anak-anak yang punya disiplin diri kuat. Raka paling getol belajar. Nilainya memang cukup bagus, dari sekian kali try-out di sekolah, peringkatnya berkisar di urutan 20an dari sekitar 150an siswa di sekolah. Jadi, ketika saya pulang dari sosialisasi UN di sekolahnya, saya serahkan jadwal dan hasil try out, dan cuma bilang, jaga kesehatan ya nak. Raka punya aspirasi bagus untuk pendidikannya. Dia ingin kuliah di jurusan teknologi industri pertanian UGM. Kalaupun tidak lolos di UGM, dia sudah punya planning yang lain. Yang buat saya bangga adalah bahwa dia ingin meneruskan kuliah S2 di IPB. Pasti ada jalan nanti. I believe that. Kalau Asa, saya yakin prestasinya cukup bagus dan bisa meneruskan sekolah di SMA Negeri. Begitu juga Ovi, gak ada masalah berarti untuk prestasi akademiknya.

Saya ibu yang bangga akan daya tahan dan daya juang mereka untuk tetap fokus pada pendidikan mereka. Saya tahu banyak orangtua yang punya masalah dengan kenakalan anak, apalagi dihadapkan pada masalah perceraian orangtua. Saya sangat bersyukur punya 3 anak-anak manis yang kuat dan tabah.

kids