Entah kebetulan atau apa. Tapi saya sangat percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Saya sedang belajar untuk “membaca” petunjuk dari alam (baca:universe). Bahwa universe itu akan mengirimkan petunjuk lewat berbagai cara. Nah, kita harus pandai membaca petunjuk itu dan memahami maknanya. Belakangan ini saya senang membaca kisah Pandawa. Bagaimana ketika mereka ditipudaya oleh Kurawa dengan permainan dadu dan terusir dari istana mereka sendiri. Saya tidak tahu mengapa saya sangat suka membacanya. Fokus saya ketika membaca kisah Pandawa sebenarnya ada pada Drupadi. Tapi ternyata bukan itu petunjuk Tuhan. Kemudian ketika saya menemui salah satu teman baik saya. Istrinya sedang hamil tua. Secara spontan, sang istri bercerita tentang kisah hidupnya sendiri yang juga terusir dari rumahnya sendiri. Kebetulan apa lagi ini…. Sejenak saya kuatir karena cerita-cerita ini mungkin saja merujuk kepada saya, apa yang akan terjadi? Ya Tuhan, lindungilah kami…

Saya hanya ingat satu hal… Ikhlas. Seperti yang dilakukan Pandawa. Mereka diharuskan menjalani pengasingan selama 12 tahun, dan jika penyamaran terbongkar, harus memulai pengasingan lagi selama 12 tahun berikutnya.

Pagi ini, ketika saya membereskan buku-buku yang menumpuk di kardus, saya menemukan buku lama yang sudah saya lupakan. Quantum Ikhlas. Ya Tuhan. Inilah petunjukmu. Apapun yang terjadi, harus bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Saya tahu dan paham benar Tuhan selalu melindungi saya. Berkali-kali saya mengalami hal-hal yang membuat saya paham bahwa Tuhan sangat mengasihi saya. Terimakasih Tuhan.

Nah, sekarang apa yang harus saya lakukan? Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, saya melakukan yang saya bisa. Menulis. Semoga dengan menuliskan urutan kejadian ini, menginspirasi banyak pihak untuk ikhlas dan bersyukur.