embun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Puisi ini saya tulis untuk kawan-kawan di facebook saya awalnya, tapi karena saya maunya make it forever, maka saya tulis ulang disini.

I am Dew

Akulah embun…
hadir di hening pagi
ketika mentari masih sembunyi
only quiet people meet me

beningku untukmu,
meski hanya sepenggal waktu

Akulah embun
kesejukkan untuk dahagamu
kesucian untuk ragamu
kemurnian untuk jiwamu

tanpa warna tanpa rasa,
hanya setia

Akulah embun…
mentari membakarku
angin menghapusku
tapi esok masih ku

di sini untukmu

— dedicated to my last prince