You are currently browsing the category archive for the ‘gaya hidup’ category.

Ide tentang living together without married sudah menjadi umum di sebagian negara. Di Indonesia? Hanya di kalangan tertentu saja yang “berani” mengumumkan live together alias kumpul kebo. Banyak yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan resmi dengan berkedok “nikah siri”. Mengapa? Pernikahan itu ruwet? Mungkin.

Bagi yang sudah pernah gagal menikah, mungkin berpikir seribu kali untuk menikah lagi. Tapi butuh pasangan hidup. Siapa sih yang sanggup sendirian menghadapi dunia ini? Ketika lelah menghadapi pekerjaan berat seharian, kemana curahan hati terlempar? sudah pasti pasangan hidup kita. Lalu yang memilih single? hufff, sangat berat menyimpan semuanya sendirian… betul tidak?

Coba simak tulisan Isabelle Tessier tentang menjadi single tapi berdua.. Thank You for your inspiration Isabelle Tessier..

http://www.huffingtonpost.com/isabelle-teissier/i-to-be-single-but-with-you_b_7818158.html

Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Jadi bisa gak ya ide single tapi berdua itu di bumi kita ini?

Iklan

Saya suka erobik. Bahkan boleh dibilang sudah addicted. Hampir setiap week end saya habiskan waktu pagi saya untuk erobik. Dulu, waktu saya masih punya banyak waktu di rumah, hampir setiap hari berangkat ke sanggar senam erobik di dekat rumah.

Sejak masih gadis, saya suka erobik jenis dance. Hoby ini terus saya gemari bahkan setelah punya anak 3 sekarang ini. Manfaat? tentu saja sudah sangat jelas. Olahraga, jenis apapun, baik olahraga ringan maupun ekstrim, pasti ada manfaatnya untuk kesehatan.

Sekedar penegasan, saya coba browsing di KOMPAS, dan ini manfaat erobik: 1) membuat kita lebih sehat dan bahagia; 2) membakar lemak; 3) baik untuk kesehatan jantung; 4) hidup lebih lama dan lebih sehat. Kaitan antara olahraga aerobik dan panjang umur pernah terbukti secara ilmiah dalam penelitian di the Harvard Alumni Health Study. Hasil penelitiannya diterbitkan tahun 1986 di New England Journal of Medicine.; 5) menurunkan berat badan.

Hanyawanita.com juga menyebutkan manfaat erobik untuk kesehatan psikis, yaitu: hanya dengan latihan aerobik gerakan sedang selama 3 jam dalam seminggu mampu menurunkan tingkat depresi hingga 50%.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayooo erobik!!

Saat Lebaran sudah menjelang… saat yang di tunggu-tunggu semua orang muslim seperti keluarga saya juga. Tapi saya selalu menyimpan rasa jengah setiap lebaran datang.. Hei, tunggu dulu… ini bukan soal moment maaf memaafkan dan kegiatan silaturahminya yg bikin jengah… tapi soal makan…. hufff….

Keluarga suami saya paling suka kumpul-kumpul dan makan-makan. Apalagi pas suasana lebaran, wuah… makanan berlimpah ruah, sampai saya sendiri bingung, apa ya habis makanan sebanyak itu? Tapi itulah hiburan saat silaturahmi, makan…. Apa tidak ada cara lain selain makan ya???

Seperti sudah saya sebutkan di judul tulisan ini, lebaran selalu identik dengan makan-makan…. Dan saya yang vegetarian ini selalu bingung menolak setiap tawaran bahkan pemaksaan kerabat, saudara, teman, yang ngajak makan dengan alasan yang sama, saya tidak makan daging…. Sudah menjadi tradisi,  lebaran di rayakan dengan ketupat, opor, rendang, dan segala macam makanan daging lainnya. Sudah pasti saya TIDAK makan itu semua. Setiap tawaran saya selalu jawab tidak. Lama-lama sungkan juga. Apalagi harus menjelaskan pada orang-orang yang lebih tua bahwa saya vegetarian. Mereka saja masih menyantap dengan santainya rendang berlemak itu… tapi saya gak doyan….. Pfffff… Lemak, no way!

Untuk mengurangi rasa jengah, (bayangin deh… semua asyik dengan piring berisi setumpuk makanan, berganti-ganti isi di piring itu, tapi saya lebih suka minum atau makan buah, kalaupun ada buah) saya terpaksa ikutan makan kerupuk dan acar, atau sayur, kalau ada, pokoknya asal ada makanan yang bisa menyelamatkan saya supaya kelihatan membawa piring, dan dengan santai menjawab pertanyaan orang-orang itu : ini saya sudah makan koq…..  Hahaha stupid act… Daripada saya ditanya melulu: koq gak makan? Setiap orang pasti nanya, lha kalo kumpul 50 orang saja, kan saya bosan jawabnya, paling juga saya jawab, nanti…. Nah, kalo jawab yang itu, bakal diseret deh ke meja, ayo makan, ampuuuuuun….

So, begitulah cara saya setiap kumpul-kumpul di acara makan-makan, apa itu lebaran, tahun baru, pernikahan, atau peristiwa keluarga penting lainnya. Melalukan acting ikut makan… sssssttt…. please jangan bongkar rahasia acting ini yah.. Tapi kadang saya menikmati juga loh, kalau ada makanan kesukaan, wah…  bisa gak berhenti makan…

For every woman, the word “menopause” is like a Nightmare. Most of women denied talk about this. They all usually said, “I’m still young, why do I have to prepare for this stuff now? Still have time to do it!” until they’re shocking to find changes in their menstrual cycle. They usually hide this symptom because fear of being attack by cancer or some diseases. Or, they just confused, and not to do anything, because lack of information about menopause.

Changes in menstrual cycle may happen several years before true menopause. At late thirties or early 40, women start the hormonal changes. The ovaries start to low produce the eggs. This is one of the symptoms that might be experienced for a few years before true menopause itself.

The symptoms of pre menopause, also calls pre-menopause syndrome, are some of disturbing the activities of a busy woman. This symptoms including:

  • Hot flashes. They are more common at night but can occur at any time of day. They last from a few seconds up to an hour.
  • Mood changes and irritability. This may be more common in women who have had difficulty with PMS (Pre-Menstruation Syndrome).
  • Difficulty with memory and attention span. A woman with attention deficit disorder may first come for treatment at this age because declining estrogen level has exacerbated her ability to concentrate.
  • Insomnia. Night sweats may disrupt sleep. Irritability and depression can impair sleep. Reduced sleep can lead to tiredness and irritability during the day.
  • Vaginal dryness. Lowered estrogen levels cause the lining of the vagina to become drier and thinner. This may lead to painful intercourse and decreased interest in sexual relations.
  • Urinary leakage. Low estrogen levels may weaken the urethral sphincter that helps hold in urine. If the woman has gained weight, it may put more strain on the bladder.
  • Skin and hair changes. The wrinkles skin, dryness of skin and hair, hair loss, and gray hair may disturbing some women.

There are several solutions to deal with these symptoms. These include healthy lifestyle changes, hormone replacement therapy, or other medications, also get social support or psychological support during therapeutic sessions.

Healthy Lifestyle Changes: Regular exercise may decrease depression and irritability. Good muscle tone can also improve energy level and decrease aches and pains. Yoga or Tai Chi decrease stress and may reverse the decreased flexibility often associated with aging. A diet high in complex carbohydrates, including multiple small meals may reduce irritability and improve one’s feeling of well-being.

Social support: Many women experience menopause as a time of increased freedom and new possibilities. As their own children grow up, they may have more time and flexibility. However, some women experience the empty nest as the loss of their central role in life. Loss of a spouse through death or divorce can increase isolation. The physical changes associated with hormonal fluctuations can be confusing. Menopause may cause some women to start to think about the finite nature of life. Supportive friends and family can help a woman understand and cope with life changes. Reading about menopause or talking to one’s doctor can help make the changes less mystifying. A return to spirituality can spur growth at this phase of life.

Hormone Replacement Therapy (HRT): Taking estrogen and progesterone can help some of the symptoms associated with approaching menopause. The decision to take hormones is an individual one. A woman considering HRT needs to consider the severity of her symptoms, her health history and her family history. She may also have personal preferences about taking medications. Estrogen is the hormone that seems to relieve many of the symptoms of approaching menopause. HRT often requires a combination of estrogen and progesterone. The doses of estrogen and progesterone used for HRT are generally lower than the doses used for birth control pills. Often, women only need HRT for a limited number of years after menopause. There can be benefits and drawbacks to the use of HRT. Estrogen can relieve hot flashes, vaginal dryness, urinary problems, and sometimes insomnia. It can also promote a feeling of well-being. Some women feel that it improves memory and concentration. HRT can reduce the chance of osteoporosis. Estrogen may help prevent heart disease, but recent data has suggested that this effect may not be as dramatic as previously thought. For some women there may be drawbacks to HRT. Some studies have suggested a link between HRT and an increased incidence of breast cancer. Estrogen may elevate blood sugar, cause headaches, weight gain, or other side effects.

Psychological support: For some women, social support, healthy lifestyle changes and hormone replacement therapy are not enough. The death of loss of a spouse, heath changes and other stresses may cause stress. Depression and mood swings are more common during pre menopause than after menopause is well established. However, a woman with a history of anxiety or major depression may have a reoccurrence during either of these periods.  Counseling may help some women deal with losses. Counseling may also help a woman review her life and make decisions about new directions and interests. If a woman has a persistent depression or experiences sleep, appetite and energy changes, or has suicidal thoughts, she may want to consider a psychiatric consultation and antidepressant medication.

The most relieving, if we can pass through this life transition, we can get better of view of life, more tolerant, patient and full understand about life.

Source : http://www.ncpamd.com/Menopause.htm

Tulisan ini saya tulis di Shvoong sebelumnya, tapi saya tulis lagi di blog ini supaya lebih dapat membantu teman-teman yang ingin memulai usaha rumah cuci laundry kiloan.

Prosedur operasional laundry kiloan terdiri dari penerimaan order, pembuatan label, proses pencucian dan penyerahan order kepada pelanggan.

1.    Penerimaan order.  Dalam menerima order harus mengikuti langkah-langkah berikut :

a.    Order dari pelanggan langsung ditimbang dan dibuatkan nota penerimaan order.

b.    Jika baju kotor yang dibawa konsumen menggunakan kantong plastik, langsung diikat agar pakaian tidak tumpah.

c.    Setiap baju ditandai dengan alat yang disebut <i>tag gun</i> yang sudah di isi dengan <i>tag pin</i> dan kain keras.

d.    Gunakan spidol tahan air untuk menandai potongan kain keras (label) sesuai dengan nomor notanya. Jumlah label harus sesuai dengan jumlah baju setiap notanya.

e.    Tembakkan <i>tag gun</i> 2 kali ke setiap baju untuk menghindari putusnya tag pin akibat putaran mesin cuci.

2.    Pembuatan label.  Label adalah tanda untuk pakaian yang dicuci. Harus mempersiapkan skema supaya order yang dicuci tidak tertukar. Oleh karena itu dibuat label atau tanda untuk pakaian yang dicuci. Salah satu cara memberi label adalah dengan menggunakan alat yang disebut tag gun yang sudah diisi dengan tag pin dan kain keras. Tag gun berbentuk seperti pistol dengan ujung jarum. Tag pin adalah isi tag gun yang terbuat dari plastik sebesar lidi. Tag pin biasanya digunakan untuk label harga pada baju-baju baru.

3.    Proses pencucian.  Ada beberapa tahap pencucian yaitu tahap pengumpulan, pemilahan, pencucian, perendaman dalam pelembut dan pewangi pakaian, pengeringan, penyetrikaan dan pengepakan atau finishing.

a.    Tahap pengumpulan.  Order cucian tidak boleh tertukar satu sama lain. Pisahkan antara pakaian yang belum dicuci dengan yang sudah dicuci.

b.    Tahap pemilahan.  Kain yang berwarna putih sudah pasti harus dipisah dari kain yang berwarna untuk menghindari lunturnya pakaian berwarna ke pakaian putih.  Panduan pemilahan berdasarkan kategori berikut :

  • Berdasarkan jenis kotoran. Pakaian dengan tingkat kotoran yang tinggi (sangat kotor) harus dipisahkan karena memerlukan proses khusus agar mendapatkan hasil yang optimal. Sedangkan jenis dengan kotoran ringan dan sedang hanya diproses secara singkat.
  • Berdasarkan jenis kain (serat dan warna). Penyortiran berdasarkan jenis kain penting karena ada beberapa jenis kain yang sensitif, umumnya wol dan sutra. Penyucian dengan deterjen dan suhu rendah akan membantu jenis kain ini awet. Tingkat air yang tinggi selama penyucian juga mampu menghindarkan kerusakan kain jenis ini. Jenis kain tenun memerlukan tingkat air yang tinggi untuk menghindari kerusakan. Linen yang berwarna dipisahkan untuk menghindari kelunturan.
  • Berdasarkan proses (sesuai alat yang digunakan).  Untuk efisiensi, penyortiran berdasarkan pengeringan perlu dilakukan. Misalnya handuk dikeringkan dengan mesin pengering, sedangkan sprei, sarung bantal, serta taplak meja dikeringkan dengan setrika khusus (steamer).

c.    Tahap pencucian. Beberapa tehnik penyucian yang bisa dilakukan adalah :

  • Perendaman.  Jika kotoran pada pakaian masuk ke dalam kategori berat, bisa jadi perendaman dilakukan lebih dari satu kali. Sebab perendaman ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang larut dalam air, selain untuk mendapatkan suhu yg pas sebelum dilakukan penyabunan. Perendaman biasanya dilakukan antara 3 – 5 menit. Perendaman pakaian bisa juga dilakukan dengan sabun atau deterjen. Namun perlakuan ini biasanya dilakukan pada pakaian untuk noda yang membandel.
  • Penyabunan.  Tahap ini merupakan tahap pencucian yang sebenarnya. Umumnya dilakukan selama 8 – 15 menit. Pembilasan awal dilakukan untuk menurunkan suhu dan kadar deterjen. Proses menghilangkan noda (bleaching) dilakukan selama 8 – 10 menit. Pembilasan dilakukan 2 atau 3 kali, bergantung kotoran yang masih menempel pada pakaian.
  • Pembersihan akhir.  Pembersihan akhir dilakukan untuk perawatan kain agar tidak cepat rusak atau warnanya cepat pudar. Lakukan pembersihan akhir ini dengan menggunakan air hangat selama 3 – 5 menit.
  • Pemerasan. Pemerasan dilakukan untuk mengurangi kadar air di pakaian sebelum akhirnya memasuki proses pengeringan. Biasanya tahapan ini memerlukan waktu antara 2 – 12 menit, bergantung jenis dan ketebalan kain.

Tips Mengenai Air

Air yang digunakan untuk mencuci terkadang bermasalah, misal keruh, bau, dan lain-lain. Beberapa alternatif solusi mengatasinya adalah sebagai berikut.

  • Jika tiba-tiba air yang digunakan keruh atau berbau sehingga meninggalkan noda di baju atau bau yang tidak hilang walaupun telah menggunakan pewangi pakaian, maka bisa membersihkan noda tersebut dengan cara membilas kembali pakaian yang dideteksi bernoda dengan air yang telah disaring.
  • Jika noda yang ditinggalkan di pakaian masih belum hilang juga, maka proses penyucian harus di ulang kembali sampai bahan tersebut bersih.
  • Jika masalah air terletak pada kesadahan air, maka solusinya adalah menambahkan jumlah deterjen dan kondisioner pada air sabun. Pada tahap pemutihan, gunakan cairan asam dan pelembut secara terpisah sehingga konsentrasi keasaman dapat meningkat. Kesadahan air yaitu sifat air yang menyebabkan pembentukan sisa yang tidak larut ketika pakaian disabuni. Sifat air semacam ini bisa mengakibatkan pengapuran (residu putih) pada pakaian, menurunkan efisiensi deterjen dan sabun, serta menyebabkan noda pada bahan. Selain itu warna pakaian berbahan linen bisa berubah pucat, menyumbat saluran pembilas dan saluran air, serta menurunkan efisiensi panas.
  • Jika air mengandung zat besi yang tinggi maka akan menyebabkan pakaian berwarna kekuning-kuningan dan akan sulit dihilangkan. Solusinya, harus mencari air dengan kadar zat besi rendah.

f.    Tahap pemberian pewangi dan pelembut pakaian.  Tahap perendaman ini biasanya bersatu dengan tahap pencucian. Jumlah pewangi dan pelembut pakaian yang dipakai umumnya adalah 30ml dicampurkan dengan 10 liter air. Jadi tidak berdasarkan jumlah kilogram cucian. Perendaman bisa dilakukan selama 10 – 15 menit.

g.    Tahap pengeringan. Tahap pengeringan pakaian dilakukan dengan menggunakan mesin pengering. Setelah kering, pakaian tersebut dapat langsung disetrika, lalu dikemas. Namun ada beberapa pakaian yang setelah dikeringkan dengan pengering masih harus dijemur atau diangin-anginkan. Perbedaan jenis pakaian membuat proses pengeringan menjadi berbeda-beda.

h.    Tahap penyetrikaan.  Sebelum akhirnya dilipat dan dibungkus, pakaian kering terlebih dahulu disetrika. Waktu yang digunakan untuk satu potong pakaian sekitar 2 – 3 menit. Pada saat penyetrikaan, karyawan bisa menyeleksi hasil cucian karena secara detil, noda yang masih tertinggal bisa segera dipisahkan. Untuk mempercepat penyetrikaan dan pakaian tidak kusut digunakan semprotan air. Pada beberapa laundry yang tidak menggunakan pewangi dan pelembut, air yang disemprotkan biasanya dicampur dengan pewangi dan pelembut.

i.    Tahap pengepakan atau finishing.  Pengepakan yang dimaksud disini adalah bagaimana supaya pengemasan hasil cucian saat dikembalikan kepada pelanggan dalam keadaan rapi. Untuk pengepakan sekitar 1 -3 menit saja. Pengepakan standar yang biasa dilakukan adalah dengan menggunakan plastik transparan dengan kapasitas maksimal 5 kg.  Setelah dikemas, hasil pengepakan tadi diletakkan pada rak. Bukti penomoran yang tertera pada kuitansi atau bukti pencucian bisa menjadi patokan, misalnya hari, tanggal, dan jam masuk.

4. Penyerahan order ke pelanggan. Usahakan semuanya dikerjakan tepat waktu. Penyerahan cucian kepada pelanggan bisa dikatakan sebagai finishing touch. Hal ini juga tidak kalah penting dengan tahap-tahap sebelumnya. Bahkan, jika terjadi keteledoran sedikit bisa membuat jasa laundry akan tidak dipercaya lagi oleh pelanggan. Karena pada tahap inilah kepuasan dan kenyamanan pelanggan akan tersempurnakan.

Tips penyerahan order cucian

  • Pastikan bahwa kondisi cucian sudah selesai, artinya kondisi produk yang di laundry sudah kembali siap pakai.
  • Setelah rapi, catat produk dalam nota keluar barang. Cek kembali antara nota masuk barang dengan nota keluar barang, jangan sampai ada yang tertinggal.
  • Pisahkan produk yang siap keluar atau siap diantar lengkap dengan notaya dalam satu rak khusus.
  • Pastikan tidak ada order yang tertukar.
  • Jangan lupa bersikap ramah dan menghadiahkan senyum manis untuk pelanggan lengkap dengan kata perpisahan “Kami tunggu kedatangan Anda kembali”. Karena kesan terakhir sama penting dengan kesan pertama.


Baca entri selengkapnya »

Tulisan ini saya tulis di Shvoong, karena banyak yang membaca, saya share di sini, supaya lebih banyak ibu muda memperoleh manfaat dari tulisan ini. Salah satu cara untuk berhemat dalam pengeluaran untuk balita. Kalau Anda cuma punya satu balita mungkin tidak masalah, tapi kalau ada dua balita yang semua butuh susu formula. Hmmm. Saya bisa membayangkan bagaimana repotnya…

Tips Mengganti Susu Formula Anak Balita

Summary:MaymayBeauty
Seorang bayi baru lahir, pasti disambut dengan suka cita. Sebagai orangtua, apapun dilakukan untuk kebutuhan bayi. Bagi ibu yang bisa memberikan ASI eksklusif, berbahagialah. Karena kebutuhan susu formula bisa di minimalisir bahkan dieliminir. Tapi tidak bisa dipungkiri, anak tetap membutuhkan susu formula setelah lepas dari ASI.

Bagi ibu yang tidak bisa memberikan ASI, kebutuhan susu formula semakin lama semakin banyak seiring dengan semakin besarnya si anak. Pada awalnya memang tidak seberapa, satu kaleng sebulan cukup, namun menginjak usia 6 bulan dan seterusnya, butuh berkaleng-kaleng susu setiap bulan. Nah… padahal kebutuhan bayi yang lain masih banyak, seperti imunisasi rutin, cek ke dokter jika sakit, kebutuhan pakaian, mainan dan sebagainya.

Untuk menghemat pengeluaran, saya beralih ke susu yang lebih murah. Tadinya saya juga kuatir bahwa susu yang lebih murah kualitasnya tidak sebagus susu mahal. Stop. Logika seperti itu keliru. Banyak susu murah yang kualitasnya cukup bagus. Lagipula, semakin besar anak, harus dikenalkan dengan makanan padat lain, seperti bubur tim atau nasi tim, bukan melulu susu. Jadi, mulai usia 6 bulan, saya sudah ancang-ancang mengganti susu formula anak saya. Sekarang juga sudah banyak susu formula yang diperuntukkan sesuai usia anak dan balita, hal ini disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi sesuai perkembangan anak.

Biasanya, anak rewel jika susunya diganti, mereka sudah hapal rasanya. Sudah pasti menolak minum susu baru, bahkan menangis berjam-jam. Jangan berharap nanti akan diam dan mau minum susu baru. Itu penyiksaan. Saya punya trik untuk mengganti susu formula yang baru. Tips ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, mengasuh 3 anak saya.

  1. Tentukan susu baru yang akan dikomsumsi anak. Pastikan anak tidak alergi terhadap jenis susu tertentu. Beli susu baru dalam jumlah sedikit dulu, misalnya yang kemasannya sachet, untuk mencoba sensitifitas anak pada susu baru. Bila alergi, reaksinya biasanya mencret, muncul ruam kulit atau gatal-gatal.
  2. Ganti susu baru secara bertahap. Caranya : Hari pertama : Jika setiap minum susu botol butuh tiga sendok takar, maka beri 2,5 takar susu lama, dan 1,5 takar susu baru. Lihat reaksinya. Yang penting diperhatikan, jangan biarkan anak tahu ibunya menaruh susu baru ke botol susunya. Anak hapal susunya dari warna dan bentuk huruf di kemasan. Jadi reaksi pertama pasti dia melihat kaleng susunya. Hari kedua : Tambah takaran susu baru. Beri 2 takar susu lama, 1 takar susu baru. Lihat reaksinya. Hari ketiga : Tambah lagi takaran susu baru. Sampai akhirnya anak terbiasa minum susu baru.
  3. Tahapan penggantian bisa disesuaikan dengan reaksi anak.Tidak semua anak bisa mudah menyesuaikan dengan susu baru. Anak lain mungkin butuh lebih lama waktu penyesuaian. Bisa dilakukan dengan dua cara, menaikkan jumlah takaran sedikit demi sedikit, tidak langsung 1/2 takar, tp bisa juga 1/4 takar setiap hari. Cara kedua, memperlama waktu penyesuaian, bisa jadi menambah 1/2 takar selama 3 ato 4 hari sampai anak terbiasa, baru hari kelima mencoba menambah takaran.

Dengan cara seperti ini, saya selalu berhasil mengganti susu anak-anak saya dengan yang baru sesuai kapasitas kantong saya. Jangan lupa kenalkan anak dengan makanan padat. Pilih menu bervariasi, selain untuk kebutuhan gizi yang variatif, juga supaya anak tidak bosan monoton dengan satu macam rasa nasi tim.

Tips Mengganti Susu Formula Anak Balita Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/lifestyle/food-and-drink/2016547-tips-mengganti-susu-formula-anak/

Hari-hari terakhir ini, pikiran saya hanya tertuju pada penyakit kanker dan pengobatannya. Kemoterapi, saat ini itulah pengobatan medis yang paling banyak dipakai untuk penderita kanker. Tapi efek kemoterapi ternyata luar biasa hebat. Mulai dari mual, muntah, gatal dan merah di kulit, lambung terasa keras, seluruh tulang terasa nyeri, lelah dan lemas, hingga rambut rontok. Efek non fisik yang muncul berupa cemas, takut, depresi, marah, mimpi buruk dan insomnia. Butuh dukungan psikologis dari keluarga dan orang terdekat supaya penderita kuat melalui masa-masa buruk akibat efek samping kemoterapi.

Dukungan keluarga sangat membantu penderita untuk tetap tenang, bisa dengan mendengarkan musik kesukaan, atau melakukan hobby yang disukai penderita. Olahraga ringan seperti jalan di sekitar rumah, bisa melemaskan otot-otot yang terasa kaku, sekaligus bisa membantu penderita merasa nyaman. Yang paling penting adalah mengajak bicara, penderita biasanya senang menceritakan penderitaannya, maka ajaklah bicara apa saja yang dirasakannya setiap hari. Pijatan ringan sambil ngobrol bisa mengurangi rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, misalnya punggung atau kaki.

Efek samping kemoterapi bersifat sementara, tubuh kembali normal jika kemoterapi selesai. Jadi dukungan keluarga pada saat efek kemoterapi paling parah justru sangat dibutuhkan. Penderita bisa jadi sangat rewel soal makanan, bisa juga sangat manja. Hadapilah penderita dengan ekstra sabar.

Untuk yang punya anak Gemini, artikel ini perlu dibaca. Saya Gemini, dan sekarang baru paham kenapa Gemini selalu mudah berubah arah, karena Gemini selalu mencari “bagian dirinya yang belum sempurna”, dan itu gak pernah ketemu, karena Gemini haus akan pencarian. Ijinkan saya menggambarkan diri saya sedikit. Saya sering merasa bersalah karena tidak fokus pada satu hal. Saya suka mengerjakan banyak hal sekaligus. Hasilnya bisa ditebak kan? That’s me…

Gemini’s Child… parenting advice for raising Gemini children.

Mungkin banyak yang bertanya, bagaimana cara menjadi vegetarian? Bagi saya, seorang vegan yang belum murni vegan, gampang saja, mulai dengan bertahap. Start dengan tidak makan daging berkaki 4. Pertahankan selama 1 atau 2 bulan, supaya tubuh mulai terbiasa. Tidak perlu terburu-buru stop semua daging….. Nanti tubuh malah lemas karena tidak terbiasa.

Setelah itu, mulai kurangi makan daging ayam. Bulan ke 3 dan 4, Anda menjadwal menu makan ayam. Cukup makan ayam seminggu sekali, toh masih bisa mencukupi protein hewani dari ikan, udang atau telur. Menu makanan Indonesia sebetulnya banyak yang vegetarian, seperti pecel, gado-gado, karedok, dll. Jadi gak ada alasan : “Aku makan apa dong?”

Bulan kelima, sudah mulai bisa start menu non daging, cukup ikan dan telur. Perhatikan perubahan fisik yang terjadi. Stamina mungkin sedikit drop, tapi bisa dibantu dengan banyak makan buah-buahan, atau jus buah.

Bagi saya, yang paling berat justru dukungan. Apalagi jika pasangan kita belum bisa menerima cara hidup kita. Banyak godaan yang munculnya dari orang-orang terdekat kita. Saran saya, bertahanlah. Jika harus non veg setelah sekian bulan berjuang, nyantai saja, sehari non veg tidak masalah, besok vegan lagi. Kadang, orang menjadi putus asa setelah gagal vegan, lalu menggagalkan niatnya, cuma krn gagal sehari. Itu biasa, pengalaman saya malah berkali-kali gagal vegan, tapi cukup sehari saja, besoknya vegan lagi. Gagal itu biasanya karena diundang makan yang menunya non vegan, sedang trip ke luar kota dan untuk mencari makanan vegan agak merepotkan, atau karena tidak tahan godaan….. Hihihi… Jangan malu mengakuinya…. Siapa sih yang tahan di ajak teman makan di resto yang menunya khusus ayam doang, terus mereka pesan ayam, dan perut kita belum terisi sejak pagi, lalu teman-teman kita sibuk menggoda… “Alaaa, lupakan vegan….”. Yup, itu pengalaman pribadi.

Yang paling menyenangkan menjadi vegan bagi saya adalah kemampuan menjadi super sabar. Saya orang yang impulsif, kalau sedang emosi, biasanya langsung meledak, tapi setelah emosi terluapkan, selesai sudah, tak ada dendam. Bagaimana kalau emosi ini berkaitan dengan pihak-pihak tertentu yang tidak begitu saja bisa dilampiaskan. Contoh, emosi dengan bos di kantor. Wuiiih, bayangkan saja apa yang terjadi. Tidak salah menjadi impulsif, malah lebih bagus daripada dipendam terus dan lama-lama menjadi racun untuk diri sendiri. Tapi efek negatif seorang yang berkepribadian impulsif juga perlu dikendalikan. So, dengan menjadi vegetarian, saya lebih sabar dan tidak mudah meledak. Perempuan sih biasanya mewek kalau sudah merasa tidak tahan emosi.

Untuk informasi lebih lanjut cara menjadi vegan, silahkan browsing di http://www.vegetarian-guide.com/cara-vegetarian-yang-benar

So, kalau tertarik, silahkan sharing pengalaman mencoba menjadi vegan.

Myself


Bending the rules

Kategori

Tes Kepribadian

Personality Disorder Test Results
Paranoid |||||||||||||| 54%
Schizoid |||||||||||||||||||| 82%
Schizotypal |||||||||||||| 54%
Antisocial |||||| 26%
Borderline |||||||||||| 46%
Histrionic |||||||||||| 42%
Narcissistic |||||||||||| 42%
Avoidant |||||||||||| 50%
Dependent |||||||||||||| 58%
Obsessive-Compulsive |||||||||||||| 58%
Take Free Personality Disorder Test
personality tests by similarminds.com

Ziddu

Kontak

Tweet me

Follow mayadewisavitri on Twitter

Just click

aglocoptr.com

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.301 pengikut lainnya