Saya masih ingat ketika kecil, Ayah saya sering membelikan buku cerita tentang wayang. Salah satunya kisah Mahabharata. Saya suka sekali membaca kisah-kisah di dalam buku itu. Jadi saya sedikit paham beberapa tokoh wayang utama dalam kisah Mahabharata. Tapi ceritanya sudah banyak yang lupa.

Kisah wayang sering dilupakan. Padahal sarat dengan filosofi kehidupan. Ketika anak-anak saya beranjak remaja dan sama sekali tidak tahu tokoh Pandawa, waduh.. saya kelabakan mencari buku tentang Mahabharata. Beruntunglah masih banyak beredar buku-buku tentang wayang. Salah satu buku kisah Mahabharata saya beli untuk dibaca dan dipahami anak-anak saya. Tapi apa yang terjadi…. Bahkan dibuka saja tidak! Ahay… Jaman telah berubah. Generasi baru lebih suka tokoh-tokoh animasi Jepang seperti Naruto, dll. Prihatin ya.. Ya beginilah kondisi kita. Apa mau dikata. Bagaimana menurut kacamata Anda?

p.s.

Bagi yang minat mengetahui apa saja kisah Mahabharata dari buku yang dimaksud di atas, bisa menyimak judul-judul penggalan kisahnya sebagai berikut:

http://downloads.ziddu.com/download/23799558/DAFTAR-KISAH-MAHABHARATA.pdf.html

Jika membutuhkan e-file dari kisah-kisah itu, silahkan kontak saya.

Berikut ini link beberapa judul kisah dalam buku MAHABHARATA karya C. Rajagopalachari yang saya tulis ulang.

Istana Kayu: http://downloads.ziddu.com/download/23899734/ISTANA-KAYU.pdf.html

Pandawa Menyelamatkan Diri: http://downloads.ziddu.com/download/23899690/PANDAWA-MENYELAMATKAN-DIRI.pdf.html

Sayembara Drupadi: http://downloads.ziddu.com/download/23794146/SAYEMBARA-DRUPADI.pdf.html

Dukacita Drupadi: http://downloads.ziddu.com/download/23799299/DUKACITA-DRUPADI.pdf.html

Dewi Kunti: http://downloads.ziddu.com/download/23899763/DEWI-KUNTI.pdf.html

Kematian Pandu: http://downloads.ziddu.com/download/23899767/KEMATIAN-PANDU.pdf.html

 

 

 

Iklan

dewi-drupadiMeski cantik dan bergelar permaisuri dari Raja Yudhistira waktu masih menjadi Raja Indraprasta, dan punya 5 suami! Namun kisah hidup Drupadi sangat mengenaskan. Oleh suaminya sendiri, Yudhistira, Drupadi dijadikan barang taruhan ketika permainan judi digelar antara Pandawa dan Kurawa.

Menurut tradisi jaman itu, untuk memenuhi etika kesopanan dan kehormatan seorang ksatria tidak boleh menolak undangan bermain dadu. Duryudana telah mengundang Yudhistira untuk bermain dadu. Permainan yang licik dan sudah diatur sedemikian rupa sehingga Pandawa tidak mungkin menang. Dan memang, Yudhistira kehilangan istana dan kerajaannya, semua diserahkan pada Duryudana. Lalu ia mempertaruhkan keempat saudaranya, masih tetap kalan. Ia juga mempertaruhkan dirinya sendiri, masih kalah. Sampai akhirnya Kurawa yang licik mengusulkan Yudhistira mempertaruhkan permaisurinya, Drupadi. Kalah juga!!

Maka jadilah Drupadi, yang seorang permaisuri, menjadi pelayan istana Astinapura, istana para Kurawa. Duryudana menyuruh menjemput Drupadi. Tapi Drupadi menolak, sampai dia mendapat penjelasan dari suaminya mengapa ia dipertaruhkan. Yudhistira bungkam seribu bahasa. Sampai dua kali penjemputan oleh sais Duryudana tidak berhasil, membuat Duryudana marah dan menyuruh adiknya, Dursana mengambil dengan paksa Drupadi dari istananya.

Drupadi tetap menolak dibawa Dursasana. Akhirnya ia ditangkap, dicekal rambutnya, dan diseret ke arena permainan. Penghinaan yang pertama. Bahkan semua petinggi istana melihat penghinaan itu tapi tidak mampu berbuat apa-apa. Penghinaan kedua adalah ketika Pandawa disuruh melepas pakaian kebesaran istana dan berpakaian seperti rakyat biasa. Termasuk Drupadi dipaksa menanggalkan pakaiannya. Dursasana menarik kainnya berkali-kali untuk menelanjanginya di depan umum. Tapi kuasa Ilahi melindungi Drupadi. Setiap kali ditarik kainnya dan lepas, selalu ada kain lain yang menutupi badannya. Sampai akhirnya Dursasana kelelahan. Bima yang melihat penindasan terhadap martabat seorang perempuan lalu bersumpah akan membunuh Dursasana. Kelak di medan perang Bima berhasil membunuh Dursasana dan mempersembahkan darahnya untuk Drupadi.

Simak kisah penderitaan Drupadi ketika diseret ke arena permainan dadu dan dilucuti pakaiannya oleh Dursasana di depan orang banyak. Kisahnya boleh di unduh disini:

http://downloads.ziddu.com/download/23799299/DUKACITA-DRUPADI.pdf.html

Simak juga tulisan saya yang lain tentang Drupadi, ada Drupadi: kekuatan perempuan, dan Sayembara Drupadi.

 

 

 

 

Kisah ini saya sadur dari buku Mahabarata yang ditulis oleh C. Rajagopalachari. Drupadi adalah satu tokoh yang menginspirasi saya karena keteguhan dan kekuatan hatinya. Silahkan disimak satu kisah Drupadi ketika awal mula menjadi istri Pandawa. Hmmm poliandri yang sempurna…

drupadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Ketika Dewi Kunti dan para Pandawa hidup menyamar di Ekacakra, mereka mendengar kabar tentang sayembara untuk memperebutkan Drupadi, putri mahkota Kerajaan Panchala. Para brahmana Ekacakra berencana pergi ke Panchala dengan harapan mendapatkan sedekah yang berlimpah serta menyaksikan pesta raya dan arak-arakan pernikahan agung.

Naluri keibuan Dewi Kunti dapat mengetahui bahwa anak-anaknya ingin pergi ke Panchala untuk mengikuti sayembara itu. Agar mereka tidak malu mengutarakan niat mereka, dengan halus ia berkata kepada Yudhistira: “Kita sudah lama tinggal di negeri ini. Sudah saatnya kita pergi dan melihat-lihat negeri lain. Ibu sudah bosan melihat gunung, lembah, sungai, dan alam sekitar sini. Sedekah yang kita peroleh juga semakin sedikit. Sebaiknya kita tinggalkan tempat ini. Mari kita pergi ke Kerajaan Panchala yang konon subur dan makmur. “Dewi Kunti yang bijaksana dan cerdas bisa membaca pikiran anak-anaknya dan bisa membuat anak-anaknya tidak perlu malu mengungkapkan keinginan mereka.

Maka berangkatlah para brahmana ke Panchala dan para Pandawa ikut bersama mereka dengan menyamar sebagai brahmana. Setelah menempuh perjalanan yang jauh, mereka akhirnya tiba di kota kerajaan yang indah. Para Pandawa menumpang di rumah tukang kendi dengan tetap menyamar sebagai brahmanauntuk menghindari perhatian. Meskipun dari luar Drupada dan Durna tampak tidak bermusuhan, Drupada masih belum dapat melupakan atau memaafkan penghinaan yang dilakukan oleh Durna. Salah satu doa permohonan Drupada adalah menikahkan putrinya dengan Arjuna. Durna sangat mencintai muridnya itu sehingga kecil kemungkinan akan melihat mertua muridnya sebagai musuh. Berkat Arjuna, jika terjadi perang, pihak Drupada akan menjadi jauh lebih kuat. Awalnya Drupada sangat sedih ketika mendengar kabar kebakaran di istana Waranawata. Tapi kemudian, ia sedikit lega ketika mendengar kabar bahwa para Pandawa bisa meloloskan diri.

Panggung perkawinan telah dihias dengan sangat indah dan dikelilingi bangunan-bangunan peristirahatan untuk menampung para tamu dan peserta sayembara. Berbagai hiburan dan pesta meriah sudah disiapkan untuk memeriahkan pernikahan Drupadi. Rencananya pesta pernikahan akan dilangsungkan selama empat belas hari.

Di tengah arena diletakkan sebuah busur besi raksasa yang sangat besar dan berat. Orang yang ingin menyunting putri Raja Drupada harus bisa mengangkat busur itu dan membidik sasaran yang telah ditentukan dengan anak panah. Sasaran itu digantungkan di belakang roda cakra yang terus berputar tanpa henti. Dengan demikian, dibutuhkan kemmpuan yang melebihi kemmapuan manusia biasa untuk bisa memenangkan sayembara ini. Drupada mengatakan bahwa siapapun yang ingin mempersunting anaknya harus bisa mengangkat busur itu dan mengenai sasaran yang telah ditentukan. 

Banyak pangeran yang gagah berani dari berbagai kerajaan mengikuti sayembara. Putra-putra Destarata juga hadir, demikian pula dengan Karna, Krishna, Sisupala, Jarasanda, dan Salya. Disamping para peserta sayembara, banyak sekali penonton dan tamu ingin menyaksikan pesta besar itu. Sorak sorai mereka seperti gemuruh ombak lautan. Ratusan alat gamelan ditabuh bertalu-talu. Dari arah istana, keluar arak-arakan megah. Paling depan tampak Dristadyumna menunggang gajah dan kemudian disusul Drupadi yang duduk di atas singgasana di punggung gajah. Dengan wajah segar setelah mandi air kembang dan mengenakan pakaian sutra yang berkibar-kibar ditiup angin, masuk ke arena sayembara. Kehadiran dan kecantikannya yang sempurna menyemarakkan suasana. Dengan tersipu dan karangan bunga di tangan, Drupadi memandang para pangeran yang gagah perkasa. Mereka hanya bisa diam karena terpukau dengan kecantikan Drupadi. Setelah itu ia turun dari punggung gajah. Para brahmana mulai membaca mantra dan membakar persembahan yang telah disediakan. Ketika kidung-kidung suci dilantunkan, tetabuhan gamelan berhenti. Suasana menjadi tenang. Kemudian Dristadyumna menuntun tangan Drupadi ke tengah arena. Kemudia ia berkata dengan lantang dan jelas:  “Mohon perhatian yang mulia sekalian. Disini diletakkan busur. Disana sasarannya. Dan ini anak panah yang akan digunakan. Ia yang dapat melepaskan lima anak panah secara berurutan melalui lubang roda cakra itu dan tepat mengenai sasaran, memenangkan sayembara ini. Jika ia berasal dari keluarga baik-baik, ia boleh mempersunting adikku, Drupadi. ” Kemudian ia membacakan nama dan riwayat peserta sayembara untuk adiknya.

Banyak pangeran yang termasyur mencoba peruntungan mereka. Satu per satu maju ke arena. Tetapi busur itu terlalu berat, demikian pula dengan anak panahnya. Dengan perasaan malu dan sesal, mereka kembali ke tempat duduk mereka. Sisupala, Jarasanda, Salya, dan Duryudana juga gagal mengangkat busur itu.

Ketika Karna maju ke tengah arena, para penonton sudah mengira dialah yang akan memenangkan sayembara. Tapi anak panahnya meleset seujung rambut. Selain itu, begitu anak panah dilepaskan, busurnya terpelanting lepas dari pegangan. Para penonton berteriak riuh. Ada yang berseru bahwa sayembara ini terlalu berat. Tidak mungkin ada yang sanggup memenangkannya. Sayembara ini hanya dimaksudkan untuk mempermalukan para pangeran. Tiba-tiba keributan itu terhenti. Diantara mereka muncul seorang brahmana muda. Dengan tenang ia melangkah menuju tempat dimana busur itu diletakkan.

Brahmana muda itu adalah Arjuna yang menyamar. Ketika ia berdir, para penonton mulai ribut kembali. Golongan brahmana sendiri terpecah menjadi dua. Mereka berdebat. Ada yang mengatakan bahwa sungguh baik ada yang mewakili golongan mereka. Yang lain berpendapat, seorang brahmana tidak pantas mengikuti sayembara dan bersaing dengan para pangeran. Ksatria sakti seperti Karna dan Salya saja gagal, apalagi seorang brahmana. Dari antara hiruk pikuk itu, terdengar suara lantang:  “Tunggu dan lihatlah bentuk badan dan raut wajah brahmana muda itu, aku yakin ia akan memenangkan sayembara ini. Dia terlihat begitu yakin dan jelas kalau dia tahu apa yang harus dilakukannya. Mungkin, secara fisik seorang brahmana memang lemah, tapi itu kan hanya kekuatan fisik. Bagaimana dengan kekuatan memusatkan pikiran? Mengapa tidak kita beri dia kesempatan?” Dan para penonton mengelu-elukannya, tanda memberikan dukungan.

Arjuna mendekati tempat busur itu diletakkan dan bertanya kepada Dristadyumna: “Bolehkah seorang brahmana mencoba busur ini?” Dristadyumna menjawab: “Brahmana muda, adikku akan menikahi siapapun yang berhasil mengangkat busur ini dan mengenai sasaran. Apa yang telah diucapkan tidak akan dicabut.”

Kemudian brahmana muda itu diam sejenak, mengheningkan cipta. Ia memohon restu pada Narayana, Hyang Widhi. Ia angkat busur itu dengan mudah.  Ia memasang kelima anak panah pada tali busur dan melihat sekeliling sambil tersenyum.  Para penonton terdiam. Mereka menunggu dengan hati berdebar-debar. Lalu, tanpa jeda atau keraguan ia lepaskan kelima anak panah itu secara berurutan meluncur masuk ke dalam roda cakra yang terus berputar dan tepat mengenai sasaran. Sasaran itu jatuh ke tanah! Para penonton bersorak sorai dan gamelan segera ditabuh.

Untuk mengetahui kisah selengkapnya, silahkan download disini:

http://downloads.ziddu.com/download/23794146/SAYEMBARA-DRUPADI.pdf.html

Simak juga tulisan saya yang lain tentang Drupadi, ada Drupadi: kekuatan perempuan, dan Derita Drupadi.

 

 

 

 

Untuk menyelenggarakan kegiatan pemerintahan, biasanya kegiatan-kegiatan pemerintahan baik pemerintah pusat maupun daerah di lelang kepada pihak ketiga sebagai pelaksana kegiatan. Kegiatan pelelangan ini diatur dengan tata cara pelelangan melalui sistem online, mulai dari pengumuman, pemberian penjelasan lelang, sampai dengan proses penerimaan dokumen penawaran yang biasanya disampaikan dalam bentuk softcopy.

Dokumen penawaran ini sudah diatur dalam Standar Dokumen Pengadaan dalam proses pelelangan kegiatan pemerintahan tersebut.
Dokumen penawaran biasanya lengkap berisi 1) penawaran administrasi, 2) penawaran teknis, 3) penawaran harga, 4) dokumen isian kualifikasi. Selanjutnya panitia akan melakukan evaluasi yang terdiri dari: 1) evaluasi administrasi, 2) evaluasi teknis, 3) evaluasi harga. Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.
Penawaran teknis atau sering disebut sebagai usulan teknis (proposal) merupakan bagian penting yang tidak bisa diabaikan begitu saja dalam dokumen pengadaan. Karena usulan teknis mencakup beberapa persyaratan dimana penilaian persyaratan teknis minimal dilakukan terhadap:
a) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan;
b) jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana ditetapkan dalam dokumen pengadaan;
c) jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal [sesuai dengan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan];
d) spesifikasi teknis & gambar memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam spesifikasi;
e) identitas (jenis, tipe dan merek) yang ditawarkan tercantum dengan lengkap dan jelas (apabila dipersyaratkan);
f) tenaga teknis (apabila dipersyaratkan);
g) personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan;

Untuk menyediakan penawaran teknis ini diperlukan dokumen usulan teknis yang rinci. Usulan teknis biasanya terdiri dari beberapa bagian yang terdiri dari:
Bagian satu, berisi tanggapan terhadap Kerangka Acuan Kerja, pendekatan pola pikir, rencana kerja secara rinci dari kegiatan, dan tahapan kegiatan dalam bentuk bagan alur kegiatan.
Bagian dua, berisi jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan berupa matriks pencapaian rincian kegiatan dari waktu ke waktu dalam satuan mingguan atau bulanan sesuai dengan lamanya waktu pelaksanaan kegiatan.
Bagian tiga, berisi jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal dalam pelaksanaan kegiatan yang mengacu pada anggaran belanja awal.
Bagian empat, berisi spesifikasi teknis dan gambar, berupa rencana kegiatan rinci mulai dari konsep, lokasi kegiatan atau venue lengkap dengan lay out rancangan tempat kegiatan, agenda kegiatan per hari dan rundown kegiatan per menit, perlengkapan teknis yang diperlukan dalam penyelenggaraan kegiatan secara lengkap dan detil.
Bagian lima, berisi pelaksana kegiatan, berupa struktur organisasi, rincian tenaga ahli maupun tenaga teknis yang terlibat beserta deskripsi pekerjaan dan lama kerja.
Untuk mengetahui contoh usulan teknis, dapat dilihat dan di download pada link berikut ini:

http://downloads.ziddu.com/download/23752427/wayang.doc.html

http://downloads.ziddu.com/download/23793693/keyperformindicator.doc.html

http://downloads.ziddu.com/download/24053764/ustek-review-par.rar.html

Untuk contoh usulan lain, silahkan kontak saya di email may.dewi@gmail.com

 

IMG00478-20130804-1736Sudah setahun sejak saya sendiri, menjadi single parent. Sudah waktunya saya mencari pasangan hidup lagi. Usaha pencarian sudah saya lakukan, tapi jodoh hanya Tuhan yang tahu.

Mengingat kegagalan rumah tangga saya sebelumnya, saya menjadi sangat berhati-hati dan sangat pemilih dalam menetapkan calon pasangan hidup saya kelak. Ada yang memenuhi kriteria saya, tetapi suami orang! Hadeh…. saya gak mau terlibat masalah lebih banyak. Tanggung jawab saya masih banyak. Mendidik anak-anak sampai mereka mandiri itu satu tugas yang tidak mudah dengan single parent. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencari pasangan hidup baru. Anak-anak saya ajak diskusi. Saya tanya mereka bagaimana kalau ibunya punya suami lagi? Saya tidak mengatakan Bapak baru, karena bapak mereka hanya satu, ya Ayah mereka. Jadi mereka tidak wajib memanggil atau menyebut suami saya kelak dengan sebutan bapak, papa, atau yang sejenisnya. Anak-anak menyerahkan keputusan pada saya untuk mencari pasangan hidup baru. Dan mulailah secara terbuka saya bercerita tentang pria-pria yang mendekati saya. Tentu saja dalam bahasa mereka. Saya bilang pada mereka, ibu sangat memilih, jadi mungkin nanti kalau gak cocok ya gak jadi, lebih baik memilih dengan hati-hati dari sekian banyak pria, daripada kawin-cerai gak jelas, emang gue artis??!!

Sebetulnya kriteria saya gampang, silahkan disimak:

1. Pintar. Ukurannya berpendidikan minimal S2 atau setara S2 begitulah. Karena saya suka diskusi banyak hal dengan pasangan hidup, jadi dia harus bisa mengimbangi cara pikir saya.

2. Kuat dalam keimanan. Karena dia akan memimpin saya sebagai imam hidup saya, maka dia harus bisa membimbing saya menjadi lebih baik. Ukurannya minimal pernah menjalankan ibadah Umroh.

3. Mapan. Dia harus punya tempat tinggal untuk saya. Meskipun saya punya rumah, tapi saya lebih suka menempati rumah baru yang netral (walaupun sewa rumah….). Ini untuk meminimalkan fitnah yang bisa saja muncul dari sana sini. Satu lagi cacatan penting bahwa siapapun yang menjadi pasangan hidup saya kelak, akan menerima saya secara paket, beli satu bonus 3, mau terima saya ya harus terima juga 3 anak saya. Bukan berarti saya mau ongkang-ongkang dan menyerahkan segalanya pada suami baru, saya punya pekerjaan (meskipun freelancer) dan saya bertanggungjawab penuh atas pendidikan anak-anak saya. Suami baru saya kelak tidak wajib bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak saya.

4. Ganteng. Nah, ini dia yang ukurannya susah ya…. Sangat subyektif. Sesuai selera saya. Hehe.

Teman-teman saya banyak yang komentar soal kriteria ini. Paling sering adalah komentar kemustahilan eksistensi pria yang sesuai kriteria saya. Saya dibilang terlalu muluk. Mana ada laki-laki yang mau sama janda anak tiga. Kalaupun ada seumuran saya, pasti lebih memilih perempuan muda tanpa anak dan yang masih produktif menghasilkan keturunan… Tapi saya sangat yakin. Pasti dia ada.

Saya bukan seperti Syahrini yang glamour dan bisa dipamer-pamerin. Saya juga bukan seperti Musdalifah yang kaya raya sebagai tempat lelaki bergantung hidup. Saya perempuan biasa yang berjuang sendiri menghadapi hidup. Saya hanya butuh teman untuk menjalani hari-hari tua saya, dan menemani saya saat anak-anak sudah menjadi dewasa dan mandiri.

Sudah tentu saya berusaha tapi jodoh itu rahasia Tuhan. Saya tidak pernah tahu apakah pria yang cocok dengan kriteria saya nantinya itu adalah jodoh saya. Yang saya tahu, God has amazing plan. Semua rencana Tuhan adalah yang terbaik untuk saya. Kiranya Tuhan mengijinkan saya berjodoh dengan pria terbaik. Amin. Inilah salah satu resolusi saya untuk tahun 2014. Tulisan ini saya buat pas akhir tahun 2013.

IMG00681-20131021-0743Oktober lalu saya ditugaskan ke kota Mulia kabupaten Puncak Jaya Papua. Daerah konflik di wilayah pegunungan Papua. Saya sedikit deg-degan juga, dan banyak pertanyaan dalam benak saya, seberapa gawat kondisi keamanan disana? Karena kabarnya banyak korban jatuh karena penembakan, maupun penyerangan lainnya. Bagaimana cuaca disana? Karena kabarnya sudah sering pesawat tidak jadi mendarat di Mulia karena cuaca yang tidak bersahabat. Dan tentu saja, yang bisa mendarat di landasan Mulia hanya pesawat kecil. Lalu dimana saya tinggal? Tentu saja daerah puncak gunung tidak ada hotel. Mungkin ada, tapi fasilitas sangat minim, belum tentu juga aman, bisa saja terjadi kriminal. Haduh… Cenut-cenut juga rasanya kepikiran soal itu semua.

IMG00645-20131020-1423Bersyukur saya tidak sendiri dalam perjalanan ke Mulia. Saya ditemani salah satu staf dari kantor cabang klien kami di Mulia. Novi namanya. Perempuan asli papua yang sudah cukup lama tinggal di Mulia bahkan mendapatkan jodoh di Mulia, dia baru saja menikah beberapa bulan yang lalu dengan aparat keamanan di kota ini.

IMG00620-20131019-1008Perjalanan ke Mulia ditempuh dalam waktu 1 jam dengan pesawat jenis Caravan, pesawat dengan baling-baling satu di depan dan berpenumpang maks 9 orang. Saya terbang dengan Susi Air. Sumpah baru sekali seumur hidup di usia yg ke 45 ini saya nekat naik pesawat sekecil ini.

IMG00619-20131019-0945Supaya sedikit relaks, saya minum obat anti mabuk. Saya tidak mau terjadi apa-apa dan merepotkan banyak orang. Satu hal yang membuat sedikit tenang, pilot dan copilotnya bule, masih muda, dan ganteng! Hahai…

Perjalanan udara dengan pesawat kecil ini hanya memakan waktu 1 jam. IMG00621-20131019-1011Ternyata terbang dengan pesawat kecil tidak seseram yang saya duga. Saya enjoy sekali menikmati bumi papua dari ketinggian. Sayang saya tidak membawa kamera. Jadi tidak bisa memotret indahnya tanah Papua dari ketinggian. Sebelum mendarat saya sempat terpesona dengan kota Mulia. Posisinya di lembah diantara gunung, jadi pesawat mendarat melalui celah diantara 2 gunung di samping kiri dan kanan. IMG00623-20131019-1136Teman-teman bercerita pernah pesawat ditembak ketika akan mendarat. Hmmmm……. Saya sibuk berdoa semoga landing dengan lancar. Sesaat setelah mendarat, saya sibuk berpotret dengan copilot dan hampir saja melupakan bagasi yang diturunkan begitu saja disamping pesawat dan rawan diambil orang…. Hahaha…

Saya dijemput pihak kantor dan langsung menuju asrama kantor tempat saya menginap. Setelah itu saya ke kantor untuk menuntaskan tugas hari itu. IMG00675-20131021-0732Sebentar kemudian saya sudah kembali ke asrama, karena hari sudah mulai sore dan udara sudah mulai dingin. Asrama kantor letaknya di belakang kantor. Bangunannya dari kayu seperti rumah panggung. Sebagian besar bangunan di Mulia dibangun dari kayu, kecuali beberapa kantor besar yang dibangun dari batu dan semen. Pasokan semen sangat jarang dan mahal, jadi hanya beberapa bangunan penting di kota yang dibangun dengan batu dan semen.

IMG00659-20131020-1437Satu hal yang tidak pernah saya lupakan. Udara yang dingin menusuk ke dalam kulit. Saya tidak mengukur berapa derajat dinginnya tapi wiiiiiih dinginnya superrrrr. Saya sampai bingung sudah pakai jaket tebal, pakai kaos kaki, pakai selimut tebal, masih saja udaranya menusuk sampai masuk ke telinga. Akhirnya kepala saya tutup pakai selendang, baru si udara dingin tidak lagi menusuk menggigit ke dalam telinga, tapi ke perut… Ahai…. Saya pakai segala macam pakaian yang saya bawa sebagai penutup perut. Bisa bahaya kalau perut diserang, diare saya bisa kumat. Eh, beneran… besok paginya saya kena diare… hadududuh untung saya bawa obat-obatan.

IMG00640-20131020-1414Hari kedua, saya sempat jalan-jalan di seputar kota. Ada bangunan yang dianggap sebagai ikon kota Mulia, semacam tugu begitu. Saya sempat foto di tugu perdamaian, saya sebut saja begitu. Kota ini indah dengan panorama gunung-gunung tinggi di sekitarnya. Jalan utama kota dibuat 2 jalur dengan aspal bagus.

Di ujung kota ini ada bandara Mulia. Satu-satunya akses keluar masuk yang relatif aman dan cepat adalah pesawat. Jalan darat bisa ditempuh tapi berbahaya dan butuh waktu lama, bisa seharian ke Wamena.

IMG00689-20131021-1406Di tengah kota ada pasar, orang gunung biasa menukar hasil bumi yang mereka tanam di gunung dengan kebutuhan bahan pokok seperti minyak goreng, gula, kopi, dan lain-lain. Mereka berjalan kaki dari gunung-gunung di sekitar kota Mulia. Bisa seharian mereka turun gunung untuk menjual sayur, buah atau hasil bumi lainnya, mereka tidur di pasar, dan baru kembali esoknya membawa bahan pokok.

IMG00651-20131020-1430Ada satu kompleks yang dipagari, letaknya masih di dalam kota, yang isinya adalah penduduk asli yang tinggal di rumah Honai, rumah asli penduduk Mulia.

Agak mendaki di daerah bukit, dekat batas kota, ada kompleks perkantoran untuk kegiatan pemerintahan di Mulia. Perumahan penduduk kota, dekat di daerah pasar, dengan berbagai macam fasilitas rumah ibadah, rumah sakit, sekolah, dan tempat olahraga. Saya tertarik mendaki ke atas bukit yang lebih tinggi karena keindahan alam di sekitarnya, tapi teman-teman yang mengantar saya mengatakan agak bahaya naik ke daerah itu.  IMG00648-20131020-1427Lagipula sore sudah tiba, sebentar lagi jam malam tiba. Di Mulia berlaku jam malam, setelah pukul 6 WIT, tidak boleh ada kegiatan diluar, rawan kejahatan dan penyerangan. Jadi kami berbalik arah kembali ke arah asrama. Mampir sebentar di warung bakso yang seporsi harganya 25 ribu rupiah…. Aiih

IMG00667-20131020-1447Semalam diserang kedinginan parah membuat saya lebih menyiapkan diri di malam kedua. Untunglah malam kedua hujan, jadi tidak sedingin malam pertama. Tapi listrik mulai bleret… karena sumber listrik adalah PLTA. Kalau hujan, air kotor, mengganggu peralatan pembangkit listrik. Selain itu juga sinyal ilang!! Saya jadi bengong mau ngapain. Bener-bener serasa berada di dunia antah berantah. Penerangan minim, komunikasi dengan dunia luar tidak ada. Keluar rumah juga tidak bisa. Jadi cuma bisa menahan dingin meringkuk di kamar dan berusaha tidur walaupun tidak ngantuk dan berharap malam segera lewat.

IMG00655-20131020-1435Besoknya, saya kembali ke Jayapura. Saya menumpang pesawat jenis yang sama, tapi dengan maskapai Enggang Air, pilotnya lokal, tidak seperti Susi Air yang pilotnya bule, muda dan ganteng. Ehem…. Perjalanan kembali ke Jayapura sedikit melewati awan mendung dan hujan, dengan pesawat kecil terasa sekali goncangan angin dan hujan, jadi serasa goyang Caisar sedikit di ketinggian. Akhirnya dalam sejam mendarat di bandara Sentani saya kegirangan luar biasa, seperti kembali ke peradaban. Begitulah kota Mulia. Meski hanya 2 malam, serasa 2 abad lamanya, apalagi ketika komunikasi terputus dengan dunia luar. Tapi keindahan kota ini tidak pernah saya lupakan.

Keterangan:

Honai=rumah asli penduduk Mulia berbentuk setengah bola seperti rumah teletubbies, namun terbuat dari kayu yang dijajar melingkar dan atapnya ditutup dengan rumput ilalang kering.

IMG00755-20131201-0515Ini pengalaman terbang saya yang luar biasa. Seperti kutu loncat. Sebentar terbang kesini, sebentar terbang kesana. Saya pinjam bahasa kawan saya “miber rono rene” (terbang kesana kemari). Tuntutan tugas, sudah pasti. Jadi harus dijalani semuanya sampai tuntas. Sebelumnya, saya sudah pernah beberapa kali terbang ke Papua, termasuk terbang ke Mulia, daerah konflik di Puncak Jaya, tapi tidak serumit kali ini. Mari kita simak perjalanan saya:

1. Sabtu 23 november 2013, berangkat dari Jogja ke Jakarta. Karena kantor saya di Jakarta, jadi harus mengikuti briefing singkat untuk persiapan tugas yang harus dijalankan di Papua. Saya terbang dengan Lion Air JT565 boarding pukul 07.00 WIB seat 7E. Delay sih, biasa Lion. Tapi gak lama, cuma sekitar setengah jam. Sekitar satu jam kemudian, saya sudah tiba di bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

IMG00791-20131212-1312Tiba di bandara Soetta Jakarta, saya gabung dengan Fera, rekan kerja dari Surabaya. Kami meluncur menuju kantor di seputaran Blok S. Sampai di kantor, kami mengikuti briefing untuk penjelasan tugas masing-masing personel dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mendukung tugas masing-masing. Kami ada bersembilan orang dalam tim kerja kami PT. Magnify Solution. Kami harus berangkat ke bandara Soetta sore hari, untuk mengantisipasi macet, dan cek in lebih awal karena bagasi yang super buanyaakkk…. Materi training ada sekitar 5 box harus ikut bersama kami ke Jayapura.

2. Sabtu malam, 23 November 2013, saya bersama tim kerja terbang menuju Papua. Pesawat kami Garuda GA650 boarding pukul 20.40 WIB dengan rute Jakarta-Makasar-Biak-Jayapura. Saya duduk di seat 42A. Perjalanan Jakarta-Makasar ditempuh sekitar 2 jam. Transit di bandara Sultan Hasanudin Makasar sekitar 30 menit. Kemudian lanjut terbang lagi ke Biak sekitar 2,5 jam. Di Biak sekitar 30 menit, lanjut ke Jayapura. Perjalanan Biak-Jayapura sekitar 1 jam. Tapi tujuan saya tidak ke Jayapura, tapi turun di Biak bersama rekan kerja, Ari. Saya sudah pernah ke Biak sebelumnya, sekitar bulan Juli 2013.

IMG00792-20131212-1317Kami sampai di Biak hari minggu subuh.  Di Biak tidak ada taxi seperti di Jawa. Sebagian besar kota di Papua belum tersentuh transportasi Taxi, jadi problem kami biasanya masalah miskomunikasi penjemputan. Bersyukur soal penjemputan sudah diatur oleh Ari. Saya tinggal di Biak, Ari lanjut ke Serui dan Waren. Tim kerja yang lain bertujuh, lanjut ke Jayapura. Sebagian dari mereka harus lanjut ke kota tujuan masing-masing, ada yang ke Timika, Wamena, dan Kaimana.

Karena hari Minggu, saya sempatkan istirahat 1 hari penuh sebelum in action esok harinya. Waktu istirahat ini saya gunakan sepenuhnya untuk beristirahat di hotel. Maklum faktor usia. Perjalanan masih panjang, saya tidak mau kelelahan gara-gara kebanyakan aktivitas yang tidak perlu, seperti begadang, atau jalan-jalan.

Hari berikutnya, Senin 25 November 2013, saya menuju tempat kerja dan melaksanakan tugas seharian penuh sampai selesai. Sambil berkoordinasi untuk penerbangan saya esok harinya. Ya, esoknya saya harus terbang ke Merauke pagi hari. Jadi malam itu saya tidur cepat, bangun subuh untuk persiapan ke bandara Frans Kaisiepo Biak untuk cek in Merpati Biak-Merauke.

3. Selasa pagi, 26 November 2013, saya terbang dengan Merpati Nusantara Airlines menuju Merauke, tapi karena tidak ada penerbangan langsung, saya transit di Jayapura. Jadi hari ini dua kali terbang, Biak-Jayapura MZ7660, boarding pukul 07.00 WIT dengan seat number 20B. Perjalanan Biak-Jayapura sekitar 1 jam.

IMG00793-20131212-1352 Sampai di Bandara Sentani Jayapura, saya masih harus menunggu penerbangan Merpati ke Merauke pukul 12.00 WIT.  Karena belum sempat sarapan, saya mencari cafe di sekitar bandara. Lumayan ada makanan untuk mengisi perut. Perjalanan Jayapura-Merauke saya tempuh dengan Merpati MZ 826, boarding pukul 12.05 WIT.  Merpati ternyata delay. Saya berangkat hampir pukul 13.00 WIT. Tapi saya lega, karena saya pergi sesuai schedule.

Saya tiba di bandara Merauke sekitar pukul 14.00 WIT. Ada sedikit keterlambatan penjemputan. Karena saya lapar, saya mencari kantin di luar bandara. Saya sudah pernah ke Merauke sekitar bulan Juli 2013, saya ingat ada banyak kantin di luar bandara.  Ada yang menarik di bandara ini. Ketika kita menunggu bagasi di sabuk berjalan, sudah ada bapak-bapak diujung yang berteriak kode bagasi satu persatu. Jadi kita cukup tunggu sampai kode bagasi kita diteriakkan bapak itu, baru kita mendekat ke sabuk berjalan. Penumpang tidak perlu berebut tempat di pinggir sabuk berjalan. Efektif juga cara bapak ini.

Setelah dijemput, saya langsung menuju hotel. Saya langsung beristirahat, esoknya harus ke tempat kerja dan harus selesai sehari itu juga, karena jadwal saya berikutnya adalah ke Sorong. Hari Rabu 27 November 2013 saya bertugas seharian penuh di Merauke sampai malam. Karena laporan harus selesai, saya sedikit begadang menyusun laporan sampai malam. Untunglah pesawat saya esok harinya ke Jayapura dijadwalkan pukul 8.30 WIT. Jadi tidak terlalu buru-buru bangun subuh hari.

4. Kamis, 28 November 2013. Perjalanan saya berikutnya adalah ke Sorong. Tapi karena tidak dapat tiket connecting ke Sorong dari Merauke, maka penerbangan ke Sorong diatur dari Jayapura. Jadi saya menuju Jayapura hari Kamis ini dan menunggu penerbangan ke Sorong di hari berikutnya. Saya terbang dengan rute Merauke-Jayapura menggunakan Lion Air JT797, boarding pukul 08.30 WIT, dengan seat number 34B.

IMG00794-20131212-1510Sampai di Bandara Sentani satu jam kemudian, saya bergabung dengan Fera yang terbang dari Timika. Kami sudah ditunggu driver kantor menuju kota Jayapura. Perjalanan Sentani-Jayapura ditempuh dengan mobil selama 1 jam di jam-jam lancar, tetapi saat jam sibuk dan macet, bisa molor sampai 2 jam. Waktu tempuh bandara-kota ini perlu menjadi informasi penting untuk Anda yang akan berkegiatan di Jayapura. Hari Kamis itu saya dan Fera langsung membantu tim kerja yang lain untuk kegiatan training di hari itu.

5. Jumat, 29 November 2013, saya terbang ke Sorong dari Jayapura bersama Lola. Pesawat ke Sorong dijadwalkan pukul 06.30 WIT. Jadi saya dan Lola harus berangkat dari Hotel pukul 05.00 WIT pagi. Beruntung pagi itu perjalanan lancar dan kami tiba on time di bandara Sentani. Kami terbang dengan Xpressair XN801, boarding 06.30, saya duduk di seat 8F.

IMG00795-20131212-1532Perjalanan Jayapura-Sorong harus melalui Manokwari dan transit sekitar 30 menit di Manokwari. Jayapura-Manokwari ditempuh dalam waktu 1 jam. Kemudian Manokwari-Sorong ditempuh dalam waktu 1 jam juga. Ini adalah perjalanan pertama kali saya ke Sorong. Dan kami harus langsung bertugas di tempat kerja setibanya di Sorong.

Sampai di bandara Sorong, kami sudah dijemput dan singgah sebentar ke hotel tempat kami menginap. Saya dan Lola bergegas merapikan diri dan segera menuju tempat kerja. Seharian penuh kami bekerja dan baru selesai pukul 7  malam.  Malam itu kami sempat jalan-jalan seputar kota Sorong hingga agak malam. Padahal besoknya, saya harus kembali ke Jayapura, dan Lola harus menuju Waisai dengan kapal. Untungnya jadwal perjalanan kami siang hari, jadi masih agak santai di pagi harinya.

6. Sabtu, 30 November 2013, saya terbang kembali ke Jayapura dari Sorong dengan Xpressair XN800, boarding pukul 13.20, seat number 14C. Perjalanan Sorong-Jayapura dengan transit di Manokwari sekitar 30 menit. Perjalanan Sorong-Manokwari sekitar 1 jam, dan Manokwari-Jayapura sekitar 1 jam juga.

IMG00796-20131212-1536

Saya terbang kembali ke Jayapura, sedangkan Lola melanjutkan perjalanan laut ke Waisai. Ketika di Manokwari, saya bertemu Rudi, rekan kerja yang bertugas di Manokwari. Kami tiba di bandara Sentani dan sudah dijemput oleh driver menuju Jayapura langsung menuju hotel tempat kami menginap.

Hari Minggu 1 Desember 2013 saya dan tim kerja beristirahat penuh. Besoknya Senin 2 Desember 2013 sampai dengan Rabu 4 Desember 2013, kami semua bekerja di Jayapura sesuai dengan tugas masing-masing. Rabu malam semua tugas dan laporan sudah diselesaikan, karena besoknya kami semua sudah kembali ke Jakarta.

7. Kamis, 5 Desember 2013, kami semua terbang kembali ke Jakarta dengan Garuda GA655, boarding pukul 14.00 WIT. Saya duduk di seat 36B. Rute penerbangan adalah Jayapura-Makasar-Jakarta. Jayapura-Makasar ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam. Dan Makasar-Jakarta ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam.

IMG00797-20131212-1556Ada sedikit masalah ketika kami tiba di Makasar. Pesawat mengalami kerusakan, dan kami harus pindah pesawat. Delay hingga berjam-jam hingga kami semua kelelahan. Bersyukur perjalanan Makasar-Jakarta lancar dan selamat.

Kami tiba di bandara Soetta Jakarta sudah larut malam, saya sudah tidak perhatikan waktu lagi karena sudah luar biasa lelah. Kami langsung menuju penginapan, dan saya langsung tepar!

Besoknya, hari Jumat 6 Desember 2013 kami menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum selesai. Hari itu saya gunakan untuk beristirahat total. Saya baru kembali ke Jogja hari Sabtu, esok harinya.

8. Sabtu, 7 Desember 2013, saya terbang ke Jogja dengan Air Asia QZ7558, dengan boarding pukul 04.30 WIB, dan seat number 31B. Jadi pagi-pagi buta saya harus ke bandara Soetta untuk cek in. Aiiih…

IMG00799-20131212-1559Syukurlah perjalanan Jakarta-Jogja selama 1 jam berjalan lancar. Saya tiba di Bandara Adisucipto Yogyakarta dengan penuh rasa syukur mengingat perjalanan terbang yang luar biasa ini. Tidak pernah terbayangkan di usia saya yang sudah tidak muda lagi, harus menghadapi tantangan perjalanan seperti itu. Tapi Alhamdulillah semua bisa saya jalani dengan baik dan lancar, tiba kembali di Jogja dengan kondisi sehat walafiat.

Inilah sebagian perIMG-20131210-WA008sonel tim kami ketika menunggu waktu boarding time di bandara Sentani, Jayapura. Dari kiri, saya, Yudha, Lola, Ari, Fera, Rudi. Minus Bayu, Galih dan Pak Rusdi.

IMG00467-20130724-0730Bulan lalu saya sempat menginjak tanah Merauke. Lokasi paling ujung di Indonesia ini ternyata tidak seburuk yang saya kira. Di Merauke cukup makmur dengan pertanian, peternakan dan pengelolaan lahan yang bagus. Banyak keturunan orang Jawa tinggal di Merauke. Mereka menyebut diri mereka sebagai Jamer alias Jawa-Merauke. Karena terlahir dari keluarga Jawa, tapi belum pernah menginjak tanah Jawa! Ahay…

Pada jaman “oder-baru” banyak transmigran dari Jawa bermukim di Merauke. Mereka mulai mengolah lahan yang lunak. Para transmigran ini bertani dan beternak. Mereka cukup sukses bertani karena tanahnya bagus. Mereka menyebut tanah disana berlumpur. Di Merauke tidak pernah ada bangunan lebih dari 2 lantai, pasti goyang dan ambles, karena tanahnya lunak, begitu kata warga setempat. Namun kondisi tanah yang lunak dan subur ini menguntungkan transmigran dari Jawa, hasil tani dan ternak mereka dipasok untuk wilayah Papua, bahkan ternak babi dari Merauke laris diborong ke Wamena, begitu katanya.

Pada awalnya, ketika mendapat tugas ke Merauke, saya sempat deg-degan. Apa aman perjalanan pesawat ke sana? Jenis pesawat apa yang saya naiki? Bagaimana cuaca di seputar Merauke? Maklum, banyak cerita tidak sedap tentang bumi Papua, terutama kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga banyak terjadi kecelakaan pesawat.

Untungnya, saya tidak harus berangkat dari Jakarta menuju Merauke. Tapi singgah dulu di Jayapura ke kantor pusat klien kami. Besoknya sesuai waktu yang telah diatur oleh klien, saya berangkat dengan penerbangan pagi menggunakan Lion Air menuju Merauke. Pesawatnya cukup besar dan penumpangnya cukup banyak, seperti yang biasa saya tumpangi dengan rute Jakarta – Yogyakarta. Waktu tempuh Jayapura – Merauke sekitar 1 jam dengan kondisi cuaca yang cukup bagus. Saya merasa tenang, berdoa dan berniat bekerja dengan baik Berdoa juga untuk kepulangan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Karena perubahan cuaca mendadak di wilayah Papua sering terjadi, dan jadwal penerbangan bisa berubah sewaktu-waktu. Penerbangan Jayapura Merauke hanya dilayani maskapai Lion Air dan Merpati Nusantara Airlines. Saya sudah menikmati terbang dengan 2 maskapai ini, karena perjalanan saya kembali ke Jayapura menggunakan MNA.

Setiba di bandara Merauke, saya cukup terkejut. Weih, ini bandara sekecil ini! Mirip terminal bis di kota kabupaten! Bukan maksud saya mem-primitifkan keadaan ini, tapi inilah kenyataannya. Jadi jangan dibayangkan fasilitas bandara seperti di Jakarta atau Surabaya yah… Begitu sampai di bandara, saya mencari toilet, sudah kebiasaan…. Toilet disediakan, hanya saja fasilitasnya seadanya. Silahkan dibayangkan sendiri. Untunglah saya dijemput pihak klien, jadi saya tidak perlu bingung masalah transportasi ke tempat tujuan.

Setelah seharian bekerja, petang hari selesai, saya dijamu makanan khas Merauke yaitu Daging Rusa Lada Hitam. Hmmmm gurih, empuk, mak nyuss pokoke. Setelah itu saya diantar ke hotel. Di Merauke ada beberapa Hotel yang bagus, salah satunya Swiss-Bell Merauke yang terletak di Jalan Raya Mandala, Bambu Pemali, Merauke. Swiss-Bell Hotel Merauke tidak bertingkat ke atas kamar-kamarnya, tetapi menjorok ke belakang. Tapi sayangnya saya tidak menginap disitu. Haha.

Saya menginap di Itese Hotel, lokasinya tidak jauh dari kantor klien kami. Itese Hotel cukup bagus, bersih dan terang, lampu kamar cukup banyak. Fasilitasnya juga cukup lengkap. Hotel ini memiliki cafe di dalam, saya cukup lega, karena saya pikir, saya bisa pesan ini itu kalau kelaparan malam-malam. Tapi ternyata saya salah. Cafe di hotel itu sudah tutup sejak sore, jadi kalau ingin cari makanan harus berjalan ke luar hotel. Ini terjadi di hari kedua. Saya kelaparan, dan mencari makanan keluar. Untungnya ada warung nasi goreng seperti angkringan di Jawa, saya langsung saja pesan, dan penjualnya juga orang Jawa…. Bapak penjual nasi goreng ini juga keturunan Jawa dari para transmigran di wilayah ini.

Daging rusa begitu populer dan menjadi khas di Merauke karena masih banyak stok rusa liar untuk santapan lezat daging rusa lada hitam. Juga buaya, yang diambil kulitnya untuk dibuat souvenir khas Merauke berupa dompet, tas, sepatu, ikat pinggang, dll yang dibuat pengrajin setempat. Jadi untuk oleh-oleh khas Merauke, bawakan saja dompet atau tas kulit buaya. Sayang sekali saya tidak sempat ke perbatasan Indonesia – Papua Nugini yang ditandai semacam tugu. Perjalanan ke perbatasan dari kota Merauke cukup memakan waktu, yaitu sekitar 2 jam, menurut warga setempat.

Begitulah sekelumit kisah tentang Merauke dari sisi pengalaman pribadi saya. Kota ini kecil tapi cukup nyaman. Situasi jalanan tidak setegang Jayapura. memang sedikit sulit mencari fasilitas swalayan untuk kebutuhan sehari-hari, yang ada hanya toko kelontong biasa. Nah, bagi yang ingin berkunjung, silahkan menikmati Merauke yang indah.

Seperti sudah diatur oleh Yang Maha Hidup. Semua dalam manajemen yang sempurna. Doa dan keberserahan diri yang sudah dilakukan berbulan-bulan menunjukkan hasil yang nyata. Ada kesempatan di ujung mata. Tinggal ambil. Buang ketakutan, kekuatiran, semua ragu-ragu yang membelenggu batin. Aku bisa! Seperti yang sudah pernah kulakukan sebelumnya. Aku masih ingat bahwa ketakutan itu merajalela sebelum kuambil keputusan penting itu. Tapi seiring berlalunya waktu, semua bisa kujalani dengan baik. Aku baik-baik aja. Bahkan semua akhirnya mendukung keputusan yang kulakukan. Nah, sekarang ini kesempatan terbuka, aku harus berani mengambil langkah besar untuk mendapat hasil yang lebih besar. Niatku adalah untuk kebaikan. Semoga Tuhan merestui jalanku. Amin

rain

Kita takkan pernah tahu apa yang akan terjadi, tak akan pernah tahu akan diketemukan dengan siapa, dan tak akan pernah tahu besok berada dimana. Aku percaya Tuhan mengatur yang terbaik untuk kita. Ketika tiba-tiba kita berada dalam satu situasi yang tidak dapat kita kendalikan, semua mengalir begitu cepat, bermula dan berakhir secepat cahaya, sudah pasti tangan Tuhan ada di balik itu semua.

Sepenggal kisah yang terjadi begitu cepat, single episode. Bertemu, bersapa, bercerita, merindu, mencinta, bersitegang, berkeras hati, dan berpisah. Dalam hitungan hari. Itulah Miracle. Semua terjadi karena Tuhan sudah mengaturnya. Tak ada penyesalan. Ikhlas. Pasti ada hikmah dibalik itu. Tidak sekarang, mungkin nanti. Tidak disini, mungkin di lain tempat. Tidak dengan kita, mungkin orang lain yang terkait.

Tidak ada yang salah dengan dengan kita. Jangan salahkan pertemuan. Jangan salahkan apa yang sudah terjadi. Jangan salahkan perpisahan. It is beautiful. Blessing from God. But it’s only one episode of our life. Jangan pernah berharap ada episode lanjutan. Hanya Tuhan yang tahu. Kita jalani saja apa yang sudah digariskan oleh Tuhan. Grateful. Bisa punya satu episode kehidupan yang terbaik. Tetap dalam kebaikan ksatriaku. Dua kata yang ingin kusampaikan, maaf dan trimakasih.

Myself


Bending the rules

Kategori

Tes Kepribadian

Personality Disorder Test Results
Paranoid |||||||||||||| 54%
Schizoid |||||||||||||||||||| 82%
Schizotypal |||||||||||||| 54%
Antisocial |||||| 26%
Borderline |||||||||||| 46%
Histrionic |||||||||||| 42%
Narcissistic |||||||||||| 42%
Avoidant |||||||||||| 50%
Dependent |||||||||||||| 58%
Obsessive-Compulsive |||||||||||||| 58%
Take Free Personality Disorder Test
personality tests by similarminds.com

Ziddu

Kontak

Tweet me

Follow mayadewisavitri on Twitter

Just click

aglocoptr.com

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.301 pengikut lainnya