Drupadi-Solo-05Saya pernah menulis sekilas tentang Drupadi di blog ini. Tapi cuma sekilas, tentang keteguhan hatinya atas penindasan laki-laki.

Drupadi, sosok misterius. Versi India menyebutkan bahwa Drupadi adalah istri kelima orang Pandawa. Tapi versi Jawa menyebutkan ia istri Yudhistira, putra tertua Pandawa. Perbedaan cerita itu sudah merupakan misteri. Versi India, Drupadi mempunyai 5 anak dari kelima suaminya, sedang versi Jawa putranya hanya satu yaitu Pancawala.

Kisah poliandri Drupadi saja sudah menarik. Ini mengisyaratkan bahwa perempuan bisa berkuasa atas laki-laki. Drupadi menentukan siapa yang berhak jadi suaminya pada tahun ini, tahun berikutnya, dan tahun berikutnya lagi. Diantara mereka memang terjadi saling kecemburuan, namun memegang janji ksatria di kisah itu adalah lebih utama daripada sekedar keluhan pribadi.

Drupadi dimenangkan Arjuna dalam sayembara yg diadakan Drupada, ayah Drupadi. Arjuna dan kelima saudaranya yang sedang dalam pengasingan di hutan membawa pulang Drupadi. Arjuna melapor pada ibunya, Kunti, bahwa ia telah mendapat hasil. Ibunya tanpa menoleh langsung berucap, bagilah dengan saudara-saudaramu. Ketika menoleh barulah Kunti terkejut karena yang dibawa Arjuna adalah Drupadi. Oleh karena ucapannya tidak bisa ditarik lagi, maka jadilah Drupadi bersuami 5 orang Pandawa. Dan karena bakti anak kepada ibunya, Pandawa bersedia berbagi istri.

Kisah ini sekaligus memaknai pengabdian putra-putra kepada ibunda. Seorang ibu, adalah tempat terhormat di mata putra-putranya. Menjadi ibu berarti memiliki kekuatan untuk membentuk keturunannya. Jika pembentukan itu baik, maka keturunan akan baik, jika pembentukan buruk, maka buruklah pula hasilnya.

Yang menarik lagi adalah sikap drupadi yang lantang menolak ketika dijadikan taruhan oleh Yudhistira saat bermain judi dengan Kurawa. Perempuan yang berani mengemukakan pendapat. Ketika Yudhistira sudah kehilangan harta, istana, dan adik-adiknya semua karena kalah di meja judi, Kurawa meminta Drupadi. Yudhistira menuruti Kurawa dan menjadikan Drupadi sebagai taruhan. Ia menyuruh prajurit menjemput Drupadi. Drupadi menolak datang di perjamuan judi. Sampai akhirnya Dursasana dari Kurawa yang menarik rambutnya dan menyeret Drupadi ke meja judi. Ketika Pandawa disuruh melepaskan pakaian istana, karena sudah kalah, Drupadi juga menolak, hingga Dursanana menelanjanginya. Berkat bantuan Kresna, kain yang disingkap Dursasana tidak pernah habis, dan Drupadi selamat dari malu. Drupadi yang marah telah dipermalukan, bersumpah tidak akan menggelung rambutnya kecuali sudah keramas dengan darah Dursasana. Melihat kondisi Drupadi ini, membuat Bima, putra kedua Pandawa, merasa sangat gerang dan bersumpah akan membunuh Dursasana. Kelak ketika perang, Bima benar-benar membunuh Dursasana, meminum darahnya, dan membawa pulang darah Dursasana untuk keramas Drupadi. Kekuatan perempuan yang mendorong laki-laki mampu bertindak luar biasa.

Drupadi adalah perempuan yang bebas dan mandiri, cerdas dalam mengemukakan pendapat, tetapi tetap lembut dalam perlawanan. Dia tahu dia tidak akan menang menghadapi Dursasana yang jelas-jelas bukan tandingannya. Tapi dengan menggerakkan Bima, dia mampu menumbangkan arogansi dan penindasan.

Makna dibalik kisah Drupadi, adalah bahwa perempuan itu menyimpan kekuatan, yang mungkin tidak disadari sebelumnya. Dalam tutur kata penuh kelembutan namun menyiratkan ketegasan sikap. Dalam budi pekerti dan laku agung, menyampaikan kebijakan tanpa kekerasan.

p.s.

Simak juga kisah sayembara drupadi, dan derita drupadi

Sosok Drupadi atau Draupadi ternyata juga dipuja-puja di India, simak tulisan Lauren Weadick tentang Drupadi di sini.

Saya juga menyimpan tulisan Pradip Bhattacharya yang mengulas tentang kisah Pandawa dan Drupadi di sini.

Seperti biasa setiap minggu malam saya selalu menunggu Mario Teguh dengan wejangan-wejangannya yang super. Tapi minggu kemarin, saya cuma kebagian menonton sedikit. Saya penasaran, lalu saya ulang menonton di you tube. Saya sangat tertarik pas di bagian ketika seorang pemuda bertanya… lalu dijawab pak Mario dengan menanyakan kepada audience dan si penanya, wanita seperti apa yang menjadi dambaannya untuk menjadi kekasih atau istrinya, kemudian pak Mario mulai menulis di board nya gambarna wanita ideal menurut para pria, seperti ini gambarannya:

Cantik

Kaya

Baik

Sayang

Soleha

Glamor (lalu pak Mario menggumamkan “Alhamdulillah ya”  disambung dgn “sesuatu”, dan diikuti tawa audience)

Sexi

Anggun

Gemulai

Setia

Inilah gambaran wanita ideal dimata pria.

Ada 10 kata di board itu, tunggu…. Ada yg aneh…. Saya menunggu kata “pintar”, tapi kata itu tidak pernah muncul hingga daftar kata itu diakhiri pak Mario dan meneruskan wejangannya. Saya heran sekaligus takjub. Sekian puluh (mungkin ratusan) penonton di metro tv waktu itu, tidak ada satupun laki-laki diantara penonton yang menginginkan perempuan pintar menjadi istri atau pasangannya… Glek.. kenapa??? Big question ini terus menghantui saya. Apakah karena laki-laki tidak mau superioritasnya terganggu krn istrinya lebih pintar? Apakah laki-laki merasa “tidak aman” punya istri pintar?

Lalu saya mulai browsing, seperti apa sih wanita ideal… Beberapa artikel tidak pernah menyebut “pintar” sebagai syarat ideal. Sampai akhirnya saya sampai di web Lovelytoday. Disini disebut ada 10 syarat wanita ideal, yaitu:

1. Trustworthy/Dapat dipercaya

2. Respectful/Hormat & Menghargai

3. Full of understanding/Pengertian

4. Maturity/Dewasa

5. Buat Pria merasa dibutuhkan

6. Smart/Pintar

7. Motherly/Keibuan

8. Attractive/Menarik

9. Sense of Humor/ Selera humor

10. Independency/Mandiri

Akhirnya, ada juga yg menginginkan wanita pintar sbg syarat wanita ideal.

Tapi saya masih penasaran. Kenapa perempuan pintar tidak disukai pria? Menurut Anda kenapa?

Penghinaan atas Drupadi, sebuah pelecehan luar biasa atas kekalahan suami-suaminya. Akibat permainan dadu di meja perjudian yang diatur oleh Sangkuni yang licik, bahkan sampai mempertaruhkan Drupadi, Pandawa kalah total, dan harus menjadi budak Duryudana, sang penguasa Kurawa. Termasuk Drupadi, sebagai budak, ia ditarik rambutnya, diseret ke sidang istana, dihina dengan perkataan kotor, dan dilucuti pakaiannya. Drupadi yang suci, berlindung pada kekuasaan Tuhan, melalui kekuatan Krisna, kain yang menutupi tubuhnya tidak pernah habis meski ditarik berulang kali oleh Dursasana. Tapi amarah Drupadi tidak terelakkan, melalui sumpah dan kutukannya, dinasti Kuru atau Kurawa akhirnya binasa.

Drupadi, sang ratu yang terluka, tidak akan pernah lagi menggulung rambutnya dan memakai perhiasan di rambutnya, sebelum keramas dengan darah Dursasana, itu sumpahnya. Semua yang bungkam atas penghinaan Drupadi, menerima kutukannya, kalah atau mati. Kenyataannya kelak kemudian hari setelah perang Mahabharata, Kurawa binasa. Dursasana mati dan darahnya dipakai keramas oleh Drupadi. Duryudana mati oleh Bima. Semua Kurawa yang seratus orang itu dibunuh Bima. Para penasehat dan pejabat istana yang hanya bungkam atas penghinaan Drupadi, semua menemui kematian. Hanya Destrarata, raja yang buta, yang masih hidup untuk kalah.

Sumpah Drupadi lahir dari amarah, kecewa, ketidakberdayaan, malu, dan terhina… Habis semua kebanggaan seorang ratu ketika semua orang melihatnya diseret, dijambak, didorong, dilucuti. Apa lagi yang tersisa? Hanya marah, pedih, luka yang sangat mendalam.

Semua menunjuk Drupadi: kamu hanya perempuan hina dan serakah karena bersuamikan 5 orang… 

Bukan, bukan Drupadi yang menginginkan bersuami 5. Hanya kepatuhan pada titah ibunda Kunti yang membawa Drupadi dan Pandawa menjadi demikian.

Inilah gambaran Drupadi yang sederhana, tanpa perhiasan di tangan dan lehernya, dan rambutnya terurai panjang karena sumpahnya.

DRUPADI

Gambar diambil dari: http://tokohwayangpurwa.blogspot.co.id/2013/06/drupadi-gaya-surakarta.html

 

Ide tentang living together without married sudah menjadi umum di sebagian negara. Di Indonesia? Hanya di kalangan tertentu saja yang “berani” mengumumkan live together alias kumpul kebo. Banyak yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan resmi dengan berkedok “nikah siri”. Mengapa? Pernikahan itu ruwet? Mungkin.

Bagi yang sudah pernah gagal menikah, mungkin berpikir seribu kali untuk menikah lagi. Tapi butuh pasangan hidup. Siapa sih yang sanggup sendirian menghadapi dunia ini? Ketika lelah menghadapi pekerjaan berat seharian, kemana curahan hati terlempar? sudah pasti pasangan hidup kita. Lalu yang memilih single? hufff, sangat berat menyimpan semuanya sendirian… betul tidak?

Coba simak tulisan Isabelle Tessier tentang menjadi single tapi berdua.. Thank You for your inspiration Isabelle Tessier..

http://www.huffingtonpost.com/isabelle-teissier/i-to-be-single-but-with-you_b_7818158.html

Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Jadi bisa gak ya ide single tapi berdua itu di bumi kita ini?

embun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Puisi ini saya tulis untuk kawan-kawan di facebook saya awalnya, tapi karena saya maunya make it forever, maka saya tulis ulang disini.

I am Dew

Akulah embun…
hadir di hening pagi
ketika mentari masih sembunyi
only quiet people meet me

beningku untukmu,
meski hanya sepenggal waktu

Akulah embun
kesejukkan untuk dahagamu
kesucian untuk ragamu
kemurnian untuk jiwamu

tanpa warna tanpa rasa,
hanya setia

Akulah embun…
mentari membakarku
angin menghapusku
tapi esok masih ku

di sini untukmu

— dedicated to my last prince

utk wordpress

Cantik

Semua perempuan mendambakan wajah yang cantik. Banyak perempuan yang mati-matian kepingin cantik dengan berbagai cara, tapi belum tentu juga jadi cantik. Banyak kasus wajah berantakan gara-gara suntik ini itu dan bedah ini itu.

Kenapa harus cantik?

Jujur ya. Cantik itu BIKIN PEDE. Apalagi kalau harus menghadapi klien, kelas yang harus diajar, customer yang harus dihandle, dan yang semacamnya. Orang akan senang mendengar kalau melihat tampilan yang cantik. Dan kitanya juga lebih pede kali.

Coba simak satu artikel ini. Tentang salah satu alasan kenapa marketing person harus cantik.

(sumbernya dari sini)

Companies that place a premium on hiring very attractive people had on average higher revenues than similar companies which did not. He says the public clearly rewards businesses with the beautiful faces.

In The New York Times (link is external) interview, Hamermesh found that for beautiful people in general, “Most of us, regardless of our professed attitudes, prefer as customers to buy from better-looking salespeople, as jurors to listen to better-looking attorneys, as voters to be led by better-looking politicians, as students to learn from better-looking professors.”

Apalagi perempuan…

setangguhnya perempuan
sepintarnya perempuan

sesabarnya perempuan
tetap dituntut harus CANTIK

be beautiful outside and inside

yang mau CANTIK outside dan inside (dompetnya) klik disini

Judul hebat ini terinspirasi dari kisah Drupadi dalam Mahabharata. Entah kenapa saya sangat terobsesi dengan sosok Drupadi. Perempuan dengan lima suami! Extraordinary life yang luar biasa berani.

Di aturan agama manapun poliandri dilarang. Sudah jelas. Efeknya tidak baik untuk generasi berikutnya. Sulit menentukan siapa ayah biologis yang harus bertanggungjawab untuk pemeliharaan sang anak. Tapi di beberapa tempat di dunia ini, ada praktek-praktek poliandri dan itu legal dalam budaya mereka. Coba kita telusuri satu-satu.

Yang paling populer beritanya hingga mendunia adalah sosok wanita ini. Rajo Verma, yang menikah dengan lima suami yang bersaudara. Menurut tradisi di India Utara ini, seorang gadis menikah lumrah dengan banyak suami.

wth husbands

 

 

 

 

 

 

 

 

Cerita lengkapnya ada di sini.

Memang cara poliandri yang paling sering dilakukan adalah beberapa laki-laki bersaudara, alias kakak beradik yang berbagi istri. Beberapa tempat di India utara, yaitu di seputaran Himalaya masih mengikuti tradisi ini.

Poliandri di Tibet. Ternyata di Tibet masih dilakukan poliandri karena kultur disana mengijinkan wanita bersuami banyak. Ceritanya di sini

himalaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Poliandri di Nepal. Beberapa keluarga mengikuti tradisi yang ada di Nepal, yaitu perempuan menikah dengan laki-laki dan saudaranya. Alam yang keras dan sulit di Nepal membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat bercocok tanam, perempuan dengan banyak suami, terbantu karena memiliki kekuatan ekstra dalam satu keluarga. Mereka berbagi tugas. Ketika suami pertama pergi untuk menjual hasil panennya, masih ada suami kedua untuk membantu sehari-hari. Cerita lengkapnya ada di sini dan di sini.

nepal

 

 

 

 

 

 

 

 

Di tempat lain, ada praktek poliandri karena beberapa kondisi yang diluar kebiasaan. Sepeti cerita berbagi istri yang ada di Inggris, seorang wanita tinggal bersama suami dan pacarnya dalam satu rumah. Ceritanya di sini.

Ada yang mau melengkapi cerita poliandri?

 

Let my tears flow
for a love that i’ve lost
and maybe they might with them
take away the feeling of loss
to pave way for a brighter day

Let my tears flow
for it’s as certain as the day dawns
that i shan’t ever find one like i had
for the gift of love come from deep within
and the rest maybe mere pretence

Let my tears flow
on and on and on, let them pass
the sorrows reside in my heart not in my eyes
if i cannot loose what aches me fervently
I can, maybe, like i just did, loose what i love

Let my tears flow
and wash my eyes from the fog of dismay
i may be able to able see clearly what i just lost
though not sure if i can regain or get an equivalent
at least, let me see what i had and let go

Let my tears flow
they are all i have left to loose
and i honestly don’t want to keep them
if i can’t keep a love so divine
why keep the tears the?

Dark Angel

 

 

 

Mumpung semua orang sedang “pesawat mania” akibat kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 desember lalu, saya menuliskan pengalaman pribadi saya sebagai penumpang pesawat dalam satu perjalanan penerbangan yang menyebalkan…

Kejadian ini sekitar bulan Oktober 2013. Saya sedang dalam perjalanan dari Sorong ke Jayapura dengan maskapai penerbangan yang melayani rute itu (tidak perlu saya sebutkan nama maskapainya yah..). Terbang dari Sorong ke Jayapura sekitar 2 jam tapi harus transit dulu di Manokwari. Jadi Sorong-Manokawari sekitar 1 jam perjalanan dan Manokwari-Jayapura 1 jam juga.

Berangkat dari bandara Sorong, jumlah penumpang cukup banyak hingga hampir memenuhi semua seat. Saya lupa tipe pesawatnya apa dan berapa jumlah seat yg ada, tapi yang saya ingat saya duduk di seat nomer 20an dan di belakang saya masih ada beberapa deret seat yg penuh. Perjalanan Sorong-Jayapura lancar, cuaca cerah, dan kru pesawat bertugas seperti biasa, kami dapat jatah air mineral dan sekotak roti.

Turun di Manokwari, beberapa seat langsung kosong. hampir 60% penumpang turun di Manokwari. Saya dan penumpang lain tujuan Jayapura diminta tetap tinggal di pesawat sampai penumpang yang dari Manokwari naik ke pesawat. Ternyata jumlah penumpang dari Manokwari tidak banyak, jadi sebagian besar seat di belakang saya kosong. Para flight attendance mengecek semua penumpang dan bagasi di kabin pesawat seperti biasa. Tiba-tiba perhatian saya tertuju pada percakapan salah seorang pramugari dengan seorang bapak yang meminta beliau untuk memindahkan tas bawaannya ke bagasi kabin di atas, karena posisi beliau ada di baris yang persis di depan pintu darurat. Penumpang itu seorang bapak berusia sekitar 50 tahun dan bersuku papua (mohon maaf tidak bermaksud memberi penilaian apapun karena yang saya tahu dari penampilan fisik bapak tersebut bersuku papua tapi saya tidak tahu suku mana). Yang saya heran, kenapa bapak itu bisa duduk di baris itu karena biasanya yang diberi seat di dekat pintu darurat sudah dipilih oleh petugas ground adalah tipe orang yang diperkirakan kuat membuka pintu darurat pesawat jika terjadi keadaan darurat. Lalu saya menyimpulkan sendiri, oh barangkali karena banyak seat masih kosong, bapak tersebut boleh memilih seat yang mana dia suka. Posisi saya sendiri ada dua baris di belakang bapak itu dan di sisi seberang, jadi saya bisa melihat dengan jelas percakapan antara pramugari dan bapak itu.

Awalnya pramugari mencoba menjelaskan bahwa tidak boleh ada bagasi di lorong dekat pintu darurat. Lalu meminta bapak itu menaruh di kabin bagasi yang lokasinya di atas. Bapak itu menolak. Dia maunya tasnya ditaruh di dekat kakinya saja. Tas hitam milik bapak itu berupa tas travel yang tidak terlalu besar, tapi saya heran kenapa beliau tidak mau menaruhnya di kabin bagasi di atas. Lalu pramugari menjelaskan lagi kalau bapak mau tasnya ada di bawah, berarti beliau harus pindah tempat duduk karena tidak boleh ada bagasi di lorong pintu darurat. Eh, bapak itu malah marah, dan dengan nada kesal menggumamkan sesuatu yang saya tidak paham. Intinya beliau ngeyel tidak mau pindah tempat duduk. Karena respon yang tidak menyenangkan itu, pramugari menyerah dan membiarkan tasnya ada di dekat kaki si bapak.

Sewaktu penjelasan safety flight oleh pramugari, berhubung bapak itu duduk di seat yang dekat dengan pintu darurat, maka pramugari juga memberikan penjelasan khusus kepada beliau tentang “tugas”nya sebagai penumpang yang duduk di dekat pintu darurat, dan menjelaskan cara-cara membuka pintu darurat pesawat. Saya melihat dengan jelas si bapak sama sekali tidak mau mendengar penjelasan pramugari. Beliau berlagak sok tahu, dan memalingkan muka ke arah lain sambil menggumam tidak jelas. Saya mulai berpikir, wah… ada yang gak beres nih sama si bapak. Beliau tidak paham aturan penumpang pesawat tapi keras kepala seolah sudah tahu segalanya. Wah, bisa kacau penerbangan kalau penumpangnya seperti ini. Saya berdoa, semoga penerbangan lancar.

Ada satu hal lain yang membuat saya terhenyak, yaitu sikap kru fight attendance yang terkesan bercanda ketika menjelaskan mengenai safety flight. Seperti biasanya mereka bekerja secara tim, ada yang memeragakan cara memasang pelampung, dan seterusnya, dan ada yang memberikan penjelasan melalui pengeras suara. Saya sangat kecewa pada para flight attendace itu berhubung sikapnya yang sangat tidak profesional karena becanda dalam bertugas, yaitu dengan menyebutkan bahwa si peraga bernama princess Syahrini sambil tertawa. Setahu saya, ada penumpang di bagian depan yang sudah memperingatkan si pramugari, dan untungnya mereka kembali bersikap serius. Meski masih terdengar suara tertawa si pramugari tersebut, mereka melanjutkan tugas dengan on position dan pesawat take off, alhamdulillah lancar.

Sepanjang perjalanan satu jam di udara, semua lancar. Para flight attendance bertugas seperti biasa membagikan air mineral dan sekotak roti, serta tugas-tugas lainnya. Sampai ketika kapten pesawat mengumumkan sudah dalam posisi akan mendarat di bandara Sentani Jayapura dan flight attendance mengecek kembali posisi kursi, seat bealt, dll, sudah dalam kondisi siap mendarat. Semua lancar. Saya melihat ke jendela karena takjub dengan keindahan danau sentani. Letak bandara sentani di tepi danau sentani luas sekali. Jadi untuk mendaratkan pesawat di bandara ini setahu saya, cukup sulit karena biasanya angin kencang di atas danau. Sekali lagi kapten pesawat meminta flight attendance on position karena sudah dalam posisi siap landing. Dan tiba-tiba…… sayup-sayup terdengar suara dering telepon. Kami para penumpang saling berpandangan. Handphone siapa yang belum dioff? Ternyata benar… Itu handphone si bapak keras kepala tadi, karena dia mengeluarkan handphone yang berdering itu dari tas nya dan menjawabnya “Halo…”. Kontan semua penumpang berteriak “MATIKAN HANDPHONENYA OOOYYY….”, termasuk saya ikut berteriak. Para ibu sudah panik dan berdoa masing-masing. Dengan santainya beliau matikan handphone pelan-pelan dan dimasukan lagi ke dalam tas, tanpa rasa salah, tanpa penjelasan, tanpa emosi, datar…. BBB= Benar-benar bloon. Emosi saya naik, ternyata si bapak ini benar-benar orang bego yang “ngeyel” dan sok tahu. Kenapa orang seperti dibiarkan naik pesawat tanpa diberitahu dulu sebelumnya tentang aturan naik pesawat. Atau memang dia sudah tahu, tapi pura-pura tidak tahu, wah.. kalau begini, berarti sudah bego, gak punya etika, dan maunya sendiri.

Begitu pesawat landing, berhenti, dan kami dipersilahkan turun, saya buru-buru kabur dari tempat duduk saya. Semua orang menggumam dan memperhatikan si bapak keras kepala itu, kami semua tidak habis pikir dengan kelakuan si bapak. Beliau juga nampak santai, tidak ada ekspresi malu, kikuk atau respon bahasa tubuh yang menunjukkan rasa bersalah. Huufff….

Saya mengucap syukur alhamdulillah ketika menginjak tanah bandara sentani. Trimakasih Tuhan sudah diselamatkan dari ulah penumpang yang tidak bertanggung jawab, atau tidak paham. Entahlah… Saya sibuk mengucap syukur berkali-kali. Dari pengalaman ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa barangkali sosialisasi tentang menjadi penumpang pesawat memang harus disampaikan, baik melalui media cetak maupun elektronik. Bahwa banyak aturan yang harus dipatuhi penumpang karena utamanya adalah masalah keselamatan penerbangan. Saya jadi teringat masih banyak cerita-cerita mengenai para calon jemaah haji yang barang bawaannya bermacam-macam di bagasi pesawat hanya untuk kebutuhan logistik selama berhaji. Ini juga merupakan bukti bahwa sosialisasi perlu untuk edukasi mereka yang hendak bepergian dengan pesawat. Adakah ide lainnya?

——–

kosakata: ngeyel = sifat yang suka berdalih, ngotot, tidak mau mengalah dalam komunikasi.

Ketika akan memulai tugas akhir kuliah, kadang mahasiswa bingung dengan permasalahan yang akan diteliti, variabel yang akan diungkap dan jenis penelitian yang akan dilakukan. Biasanya ini terjadi karena kurang membaca hasil-hasil penelitian lain yang pernah ada. Hasil penelitian ini bisa berupa skripsi, tesis atau disertasi, bisa juga berupa jurnal penelitian.

Karena pengalaman membantu beberapa teman, maka saya mengumpulkan beberapa jurnal penelitian yang topiknya seputar bidang ilmu psikologi.

Klik saja blog saya yang lain https://gudangjurnalpsikologi.wordpress.com/

Berikut adalah daftar beberapa jurnal yang sempat saya kumpulkan dan link filenya.

1. Gaya Hidup Mahasiswa: http://downloads.ziddu.com/download/23960456/Jurnal-GayaHidupMahasiswa.pdf.html

2. Kecerdasan Emosi pada kelas Akselerasi: http://downloads.ziddu.com/download/23961100/Jurnal-KecerdasanEmosi-Akselerasi.pdf.html

3. Diet dan Body Image: http://downloads.ziddu.com/download/23961106/Jurnal-DietFoodSuplemen-BodyImage.pdf.html

4. Kecerdasan Emosi dan Perilaku Agresif: http://downloads.ziddu.com/download/23961101/Jurnal-KecerdasanEmosi-PerilakuAgresif-Polisi.pdf.html

5. Kesepian dan Isolasi Sosial pada usia lanjut: http://downloads.ziddu.com/download/23961102/Jurnal-Kesepian-IsolasiSosial-LanjutUsia.pdf.html

6. Personal Fable dan Risk Taking pada remaja: http://downloads.ziddu.com/download/23961110/Jurnal-PersonalFable-RiskTaking-Adolescence.pdf.html

 

 

 

 

 

Entah kebetulan atau apa. Tapi saya sangat percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Saya sedang belajar untuk “membaca” petunjuk dari alam (baca:universe). Bahwa universe itu akan mengirimkan petunjuk lewat berbagai cara. Nah, kita harus pandai membaca petunjuk itu dan memahami maknanya. Belakangan ini saya senang membaca kisah Pandawa. Bagaimana ketika mereka ditipudaya oleh Kurawa dengan permainan dadu dan terusir dari istana mereka sendiri. Saya tidak tahu mengapa saya sangat suka membacanya. Fokus saya ketika membaca kisah Pandawa sebenarnya ada pada Drupadi. Tapi ternyata bukan itu petunjuk Tuhan. Kemudian ketika saya menemui salah satu teman baik saya. Istrinya sedang hamil tua. Secara spontan, sang istri bercerita tentang kisah hidupnya sendiri yang juga terusir dari rumahnya sendiri. Kebetulan apa lagi ini…. Sejenak saya kuatir karena cerita-cerita ini mungkin saja merujuk kepada saya, apa yang akan terjadi? Ya Tuhan, lindungilah kami…

Saya hanya ingat satu hal… Ikhlas. Seperti yang dilakukan Pandawa. Mereka diharuskan menjalani pengasingan selama 12 tahun, dan jika penyamaran terbongkar, harus memulai pengasingan lagi selama 12 tahun berikutnya.

Pagi ini, ketika saya membereskan buku-buku yang menumpuk di kardus, saya menemukan buku lama yang sudah saya lupakan. Quantum Ikhlas. Ya Tuhan. Inilah petunjukmu. Apapun yang terjadi, harus bersyukur, bersyukur dan bersyukur. Saya tahu dan paham benar Tuhan selalu melindungi saya. Berkali-kali saya mengalami hal-hal yang membuat saya paham bahwa Tuhan sangat mengasihi saya. Terimakasih Tuhan.

Nah, sekarang apa yang harus saya lakukan? Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, saya melakukan yang saya bisa. Menulis. Semoga dengan menuliskan urutan kejadian ini, menginspirasi banyak pihak untuk ikhlas dan bersyukur.

pandavasBelakangan ini saya sangat suka membaca kisah Drupadi. Bagi saya, perempuan putri raja Drupada ini unik. Panchali, begitu dia disebutnya, adalah seorang putri, seorang permaisuri karena menikah dengan Yudhistira yang menjadi raja Indraprasta, namun ketika Pandawa diasingkan, dia pulalah yang menemani dan mengikuti Pandawa mengasingkan diri ke hutan dan menyamar menjadi rakyat biasa. Dia satu-satunya istri yang boleh tinggal bersama Pandawa. Istri-istri Pandawa yang lain, seperti Arimbi, istri Bima, tetap tinggal di istana asalnya. Kecuali Subadra, istri Pandawa, boleh menemani Arjuna. Drupadilah yang menentukan aturan itu.

Seperti dikisahkan pada mithologi India, Drupadi menjadi istri dari kelima Pandawa. Unik! Bahkan saat itupun tidak lazim perempuan bersuamikan 5 orang, tapi atas nama janji ksatria Pandawa, mereka berbagi istri.

Bagaimana dengan anak-anak Drupadi?

Dikisahkan anak-anak Drupadi ada 5. Salah satunya adalah Sutasoma yaitu anak Drupadi dari Bima. Ke empat anak yang lain masih belum jelas nama-namanya. Lalu, bagaimana menentukan siapa bapaknya? Menurut kisah, Drupadi membagi kurun waktu setahun untuk satu suami. jadi setelah setahun lewat, suaminya harus menunggu giliran 4 tahun berikutnya untuk bersama Drupadi. Mengingat jaman dulu belum ada tes DNA, hebat juga pengaturan seperti ini.

Keberanian Drupadi memang sudah kelihatan sejak kecil. Ada peristiwa masa kecil yang menggambarkan keberanian dan kepintarannya, kisahnya bisa dibaca di sini. Namun Drupadi memiliki sifat manja. Ketika Arjuna tidak ikut bersama saudara-saudara yang lain dan Drupadi ke hutan, Drupadi merengek merindukan Arjuna. Ini membuktikan bahwa Drupadi mencintai Arjuna lebih daripada yang lain. Benarkah? Mungkin saja. Tapi pengabdiannya pada Yudhistira juga tidak diragukan.

Nah, begitulah uniknya Drupadi. Untuk tahu lebih banyak tentang kisah Drupadi, silahkan simak juga di sini.

 

 

 

 

 

Myself


Bending the rules

Kategori

Tes Kepribadian

Personality Disorder Test Results
Paranoid |||||||||||||| 54%
Schizoid |||||||||||||||||||| 82%
Schizotypal |||||||||||||| 54%
Antisocial |||||| 26%
Borderline |||||||||||| 46%
Histrionic |||||||||||| 42%
Narcissistic |||||||||||| 42%
Avoidant |||||||||||| 50%
Dependent |||||||||||||| 58%
Obsessive-Compulsive |||||||||||||| 58%
Take Free Personality Disorder Test
personality tests by similarminds.com

Ziddu

Kontak

Tweet me

Follow mayadewisavitri on Twitter

Just click

aglocoptr.com

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Bergabunglah dengan 1.300 pengikut lainnya